Humbang Hasundutan, Senin 08 Desember 2025 Ribaknews.id
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Humbang Hasundutan menggelar rapat internal strategis bagi seluruh jajaran pengamanan dalam rangka memperkuat kesiapsiagaan menjelang Hari Raya Natal 25 Desember 2025 dan Tahun Baru 2026. Kegiatan berlangsung pada Senin (08/12) di Aula Rutan Humbahas, dipimpin langsung oleh Kepala Rutan, Ucok P. Sinabang, bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR) serta seluruh pejabat struktural pengamanan.
Langkah ini merupakan respons taktis mengingat periode Natal dan Tahun Baru selalu menjadi momentum rawan di lingkungan pemasyarakatan, baik dari aspek kunjungan, lalu lintas barang, maupun dinamika keamanan internal.
Peran Pengamanan Jadi Garda Terdepan Stabilitas Rutan
Kegiatan dibuka oleh Kepala KPR Humbahas, Herinal Simamora, yang menegaskan bahwa jajaran pengamanan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas dan ketertiban Rutan. Herinal menekankan pentingnya kekompakan tim, kedisiplinan individu, serta peningkatan kewaspadaan secara menyeluruh.
“Pengamanan merupakan garda terdepan dalam pemasyarakatan. Oleh karena itu, seluruh jajaran pengamanan harus senantiasa menjaga kekompakan, kedisiplinan, serta meningkatkan kewaspadaan, apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.
Pesan tersebut menunjukkan bahwa pimpinan KPR ingin memastikan seluruh personel tidak hanya siaga secara fisik, tetapi juga matang secara mental dalam menghadapi potensi lonjakan aktivitas menjelang libur panjang keagamaan.
Karutan Tekankan Standar Pengamanan Berlapis
Memasuki inti rapat, Kepala Rutan, Ucok P. Sinabang, menyampaikan arah kebijakan pengamanan yang sejalan dengan standar Lapas/Rutan nasional. Ucok menyoroti pentingnya penerapan multi-layered security untuk meminimalisir gangguan keamanan, terutama pada titik-titik rawan.
Beberapa poin besar yang disampaikan Karutan antara lain:
Pemeriksaan ketat di Pintu Utama (P2U) guna menekan peluang penyelundupan barang terlarang.
Pemaksimalan fungsi CCTV dan pengawasan lingkungan, termasuk area selasar, blok hunian, dan jalur keluar-masuk petugas.
Pembatasan akses penghuni yang terstruktur dan jelas, sesuai SOP yang berlaku.
Ucok menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut bukan hanya prosedur rutin, tetapi fondasi utama menjaga keamanan rutan menjelang periode Nataru yang memiliki risiko lebih tinggi.
Evaluasi Menyeluruh: Bedah Titik Kritis, Perkuat Koordinasi
Agenda rapat kemudian dilanjutkan dengan sesi evaluasi terhadap pelaksanaan tugas jaga dan pola koordinasi antarpersonel. Sesi diskusi dibuat terbuka agar setiap Komandan Regu (Karupam) dan jajaran pengamanan dapat menyampaikan dinamika, kendala, serta masukan terkait pelaksanaan tugas di lapangan.
Atmosfer diskusi menggambarkan adanya komitmen Rutan Humbahas untuk tidak hanya mengandalkan instruksi satu arah, tetapi membangun kolaborasi antara pimpinan dan pelaksana teknis. Seluruh masukan personel menjadi bahan penting dalam menyusun strategi pengamanan yang lebih akurat dan realistis.
Beberapa isu yang mengemuka antara lain:
kebutuhan penambahan alat pendukung keamanan,
penyempurnaan pola rotasi regu jaga,
dan penegasan jalur koordinasi dalam situasi darurat.
Dengan membuka ruang diskusi konstruktif, Rutan Humbahas menunjukkan budaya kerja yang progresif dan adaptif terhadap situasi lapangan.
Penegasan Kedisiplinan: Profesional, Cepat, dan Tepat
Dalam arahannya, Karutan menekankan bahwa disiplin petugas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan prinsip utama untuk menjamin kualitas layanan dan keamanan pemasyarakatan. Ia menekankan bahwa setiap petugas wajib menjalankan tugas secara:
Profesional
Cepat
Tepat
Sesuai SOP
Ucok menegaskan bahwa kelalaian sekecil apa pun dapat membuka celah gangguan keamanan, terutama menjelang Nataru ketika intensitas aktivitas meningkat. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pegawai memastikan seluruh mekanisme kerja berjalan sesuai standar.
Komunikasi Berkelanjutan Jadi Kunci Zero-Gangguan
Menutup kegiatan, Karutan mengingatkan seluruh jajaran agar memperkuat komunikasi internal, baik antara shift jaga, antarregu, maupun antarpejabat struktural. Komunikasi yang lancar dan konsisten diyakini menjadi kunci utama untuk mencegah gangguan keamanan dan memastikan seluruh SOP berjalan seragam.
Ia juga menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk menjaga integritas rutan, meningkatkan kualitas pelayanan, serta menjadikan Rutan Humbahas sebagai unit pemasyarakatan yang aman, tertib, dan berstandar profesional.
Jonaer Silaban







