ribaknews.id
Balige, Rabu 01 Oktober 2025
Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara, memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan meneguhkan kembali semangat persatuan bangsa.
Kepala Rutan Balige, David Petrus Nicolas, menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan arti penting Pancasila sebagai perekat bangsa.
> “Pancasila adalah pedoman dalam kehidupan berbangsa. Di tengah berbagai tantangan kebangsaan, kita harus menjadikannya perekat menuju Indonesia Raya,” ujar David.
Rutan Balige mengangkat semangat Hari Kesaktian Pancasila ke dalam aktivitas pemasyarakatan. Tidak hanya bagi jajaran pegawai, nilai Pancasila juga ditanamkan kepada warga binaan melalui berbagai kegiatan pembinaan.
David menyebut, Rutan Balige berkomitmen menjalankan slogan RUBAGE KERAS (Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi) sebagai wujud implementasi Pancasila dalam pelayanan publik.
> “Kami ingin menjadikan Rutan sebagai wadah pembinaan yang humanis, sekaligus menanamkan rasa nasionalisme kepada seluruh warga binaan,” tambahnya.
Peringatan ini juga menjadi refleksi atas sejarah bangsa, khususnya tragedi G30S/PKI, yang menjadi pengingat pentingnya menjaga ideologi negara. Tantangan ideologi di era digital saat ini, kata David, tidak kalah berat. Arus globalisasi, disinformasi, hingga degradasi moral harus dihadapi dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama.
Kegiatan peringatan di Rutan Balige ditutup dengan doa bersama dan refleksi kebangsaan. Jajaran pegawai serta warga binaan mendoakan agar Indonesia tetap kokoh, bersatu, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
> “Selama Pancasila dipegang teguh, Indonesia akan tetap berdiri. Dari Balige, kami siap menjaga semangat itu,” pungkasnya.









