JAKARTA, Rabu 21 April 2026. Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, melakukan audiensi dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Idha Widi Arsanti, di Jakarta, Rabu (22/4/2026). Pertemuan ini menjadi bagian dari langkah strategis daerah dalam memperkuat sektor pertanian sekaligus mendukung agenda nasional swasembada pangan.
Audiensi tersebut turut dihadiri Kepala Pusat Penyuluhan Eko Nugroho Dharmo Putro, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Van Basten, Kepala Dinas Pertanian Humbang Hasundutan Tukka Siahaan, serta jajaran pejabat BPPSDMP. Rektor Institut Teknologi Del juga mengikuti pertemuan secara daring, menandai keterlibatan akademisi dalam penguatan sektor ini.
Fokus utama pembahasan adalah pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Humbang Hasundutan melalui peningkatan produksi dan mutu hasil pertanian. Upaya ini diposisikan sebagai bagian integral dari kontribusi daerah terhadap program swasembada pangan nasional yang terus didorong pemerintah pusat.
Dalam diskusi, aspek pemanfaatan teknologi pertanian menjadi salah satu sorotan utama. Pemerintah daerah didorong untuk mengadopsi inovasi yang mampu meningkatkan efisiensi produksi sekaligus mengurangi ketergantungan pada metode konvensional. Selain itu, penguatan sistem pendampingan kepada petani juga dinilai krusial agar transfer teknologi dapat berjalan efektif di tingkat lapangan.
Isu keterbatasan sumber daya manusia penyuluh pertanian turut mengemuka sebagai tantangan mendasar. Jumlah penyuluh yang belum memadai dinilai berdampak langsung terhadap lambatnya diseminasi inovasi dan pengetahuan kepada petani. Dalam konteks ini, peran penyuluh tidak hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan praktik pertanian di lapangan.
Bupati Humbang Hasundutan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan Kementerian Pertanian dan institusi pendidikan, guna menjawab tantangan SDM dan teknologi secara simultan.
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam mempercepat transformasi sektor pertanian,” ujarnya.
Melalui audiensi ini, diharapkan terbangun kerja sama yang lebih terstruktur dalam pengembangan kapasitas SDM pertanian, peningkatan produktivitas, serta penerapan inovasi berbasis riset. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mendorong terwujudnya sistem pertanian yang berkelanjutan, adaptif, dan berdaya saing.
Sebagai penutup, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menyerahkan cenderamata kepada pihak BPPSDMP sebagai simbol apresiasi dan penguatan hubungan kelembagaan, sekaligus menegaskan komitmen bersama dalam mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur












