Humbang Hasundutan, Rabu 26 November 2025 Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan terus memperkuat jejaring kemitraan internasional untuk mendorong percepatan pembangunan daerah. Rabu (26/11), Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, S.H., M.H., mengikuti rapat pembahasan tindak lanjut dan potensi kerja sama strategis dengan perwakilan Pemerintah Belanda dan sejumlah kementerian teknis. Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi kerja sama yang sebelumnya telah dijajaki pada beberapa agenda bilateral dan kunjungan kerja.
Rapat yang berlangsung dalam suasana formal dan intensif tersebut dihadiri oleh Joost Van Uum dari delegasi Belanda, Asisten Deputi Cadangan Pangan dan Bantuan Pangan Sugeng Harmono, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Van Basten, perwakilan Kementerian Luar Negeri, perwakilan Badan Informasi Geospasial (BIG), Wakil Rektor IT Del, Prof. Agung dari Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2), Asisten II Martogi Purba, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta perwakilan Dinas Pertanian dan Dinas PUTR Kabupaten Humbang Hasundutan.
Kehadiran lintas institusi tersebut menjadi indikasi bahwa kerja sama ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mencakup pembahasan teknis multisektor yang berpotensi membawa efek langsung bagi pembangunan daerah.
Fokus Kerja Sama: Pangan, Geospasial, dan Teknologi
Dalam rapat tersebut, Pemerintah Belanda dan Pemkab Humbahas membahas peluang kerja sama di tiga bidang utama, yaitu ketahanan pangan, pemanfaatan teknologi geospasial, serta penguatan riset dan inovasi. Pada sektor pangan, Belanda menawarkan pengalaman panjang mereka dalam manajemen cadangan pangan, teknologi pertanian presisi, serta sistem rantai pasok yang efisien.
Sementara itu, kehadiran perwakilan Badan Informasi Geospasial membuka ruang kolaborasi dalam pengembangan sistem pemetaan terpadu untuk mendukung tata kelola ruang dan perencanaan pembangunan daerah. BIG menilai Humbang Hasundutan memiliki potensi besar untuk mengembangkan basis data spasial yang terintegrasi, terutama mengingat wilayah ini memiliki banyak kawasan pertanian dan kehutanan yang memerlukan pemetaan akurat.
Di sisi lain, keterlibatan TSTH2 dan IT Del menunjukkan bahwa kerja sama ini juga diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui riset, pendidikan, dan transfer teknologi. Program yang tengah dijajaki mencakup pengembangan teknologi hortikultura, inovasi produk herbal, serta digitalisasi proses pertanian.
Komitmen Pemerintah Daerah
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, menyampaikan bahwa Pemkab Humbahas menyambut baik peluang kolaborasi dengan Belanda sebagai langkah strategis mempercepat pembangunan berbasis inovasi dan keberlanjutan. Menurutnya, kerja sama ini dapat memberikan nilai tambah signifikan bagi sektor pertanian, lingkungan hidup, dan perencanaan pembangunan wilayah.
Ia menegaskan bahwa kerja sama internasional tidak boleh berhenti pada tahap dialog, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk program nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat, terutama petani, pelaku UMKM, dan lembaga pendidikan lokal. Bupati juga memastikan bahwa setiap kerja sama yang akan dijalankan akan mematuhi kaidah transparansi, akuntabilitas, serta memperhatikan aspek sosial dan lingkungan.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk menyiapkan regulasi pendukung, data teknis, serta tim pelaksana lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD), agar rencana ini dapat berjalan secara efektif. Pendekatan kolaboratif antara pemerintah, lembaga riset, akademisi, dan mitra internasional diyakini dapat memperkuat posisi Humbang Hasundutan sebagai daerah yang progresif dan berdaya saing.
Potensi Manfaat bagi Masyarakat
Kerja sama ini diharapkan membawa sejumlah manfaat praktis bagi masyarakat. Di sektor pertanian, penerapan teknologi modern dapat meningkatkan produksi, kualitas panen, dan efisiensi penggunaan lahan. Petani juga berpotensi mendapatkan akses pelatihan, pendampingan teknis, dan peningkatan kapasitas.
Dalam bidang pemetaan, data geospasial yang akurat akan mendukung penyusunan kebijakan tata ruang, mitigasi bencana, serta pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Sementara itu, sektor riset dan inovasi dapat membuka ruang kolaborasi akademik, peningkatan kurikulum, dan pengembangan pusat-pusat keunggulan di wilayah Humbang Hasundutan.
Dengan adanya kerja sama ini, Pemkab Humbahas optimistis mampu memperkuat fondasi pembangunan yang inklusif dan berorientasi pada masa depan. Pemerintah daerah juga berharap bahwa hubungan bilateral ini dapat terus berkembang, tidak hanya dalam jangka pendek, tetapi berkelanjutan dalam jangka panjang.
Pertemuan antara Pemkab Humbang Hasundutan dan delegasi Belanda ini menjadi momentum penting dalam memperluas jaringan kemitraan luar negeri. Dengan dukungan berbagai kementerian, lembaga riset, dan mitra akademik, kerja sama ini diharapkan menjadi katalis bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Humbang Hasundutan. Pemerintah daerah menaruh harapan besar agar pembahasan teknis yang telah dilakukan dapat segera bertransformasi menjadi program-program nyata yang memberikan manfaat langsung kepada warga.
Jonaer Silaban
Diterbitkan: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya









