Oloan Nababan Panen Kentang, Perkuat Pangan Humbahas

Panen bersama BUMDes Sipalakki Makmur di Desa Pakkat Toruan menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dan petani dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis serta kemandirian pangan daerah.

DAERAH75 Dilihat

Kamis 18 Febuari 2026. HUMBANG HASUNDUTAN – Ribaknews.id

Bupati Humbang Hasundutan, Oloan P. Nababan, memanen kentang bersama BUMDes Sipalakki Makmur di Desa Pakkat Toruan, Rabu (19/2/2026). Panen ini merupakan hasil dari proses penanaman benih yang telah dimulai sejak 13 November 2025, dengan masa tanam berkisar antara 90 hingga 120 hari.

Kegiatan tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis desa. Kehadiran langsung bupati di tengah petani menunjukkan pendekatan partisipatif yang menempatkan sektor pertanian sebagai prioritas pembangunan daerah.

Sinergi Pemerintah dan Petani

Dalam kesempatan itu, Oloan menegaskan bahwa sektor pertanian, khususnya hortikultura, memiliki peran strategis dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat pedesaan. Kentang dipilih sebagai komoditas unggulan karena memiliki nilai jual yang relatif stabil dan permintaan pasar yang konsisten.

“Dari tanam hingga panen, ini adalah hasil kerja bersama. Pemerintah hadir melalui pendampingan, sementara petani menunjukkan dedikasi dan konsistensi dalam pengelolaan lahan,” ujarnya.

Pendampingan dilakukan melalui koordinasi teknis, pemantauan masa tanam, hingga penguatan kelembagaan desa melalui BUMDes. Hasil panen sepenuhnya menjadi milik BUMDes Sipalakki Makmur, yang selanjutnya akan mengelola distribusi dan pemasarannya.

Peran Strategis BUMDes

BUMDes Sipalakki Makmur menjadi aktor utama dalam pengelolaan hasil panen. Model ini dinilai efektif karena mendorong ekonomi kolektif desa. Dengan kepemilikan hasil panen berada di tangan BUMDes, keuntungan yang diperoleh dapat diputar kembali untuk pengembangan usaha produktif lainnya.

Skema ini sekaligus mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak, sehingga harga jual dapat lebih terkendali. Selain itu, BUMDes berperan sebagai penghubung antara petani dan pasar, termasuk dalam mendukung kebutuhan pangan masyarakat setempat.

Penguatan BUMDes sebagai lembaga ekonomi desa sejalan dengan visi pembangunan daerah di Humbang Hasundutan yang menitikberatkan pada kemandirian dan keberlanjutan.

Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Sebagian hasil panen kentang ini akan diarahkan untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Integrasi antara sektor pertanian dan program sosial tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memastikan ketersediaan bahan pangan segar bagi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah.

Dengan memanfaatkan produk lokal, rantai distribusi menjadi lebih pendek dan efisien. Selain meningkatkan kualitas konsumsi, langkah ini juga menjaga perputaran ekonomi tetap berada di tingkat desa.

Program MBG diharapkan mampu menciptakan pasar yang stabil bagi petani, sekaligus memberikan jaminan penyerapan hasil produksi. Pemerintah daerah menilai pola ini sebagai solusi berkelanjutan dalam menghadapi tantangan fluktuasi harga pasar.

Potensi Ekonomi dan Keberlanjutan

Secara ekonomi, siklus tanam kentang yang relatif singkat membuka peluang panen hingga dua atau tiga kali dalam setahun. Jika dikelola konsisten, potensi peningkatan pendapatan petani dan Pendapatan Asli Desa (PADes) dapat meningkat signifikan.

Namun demikian, keberlanjutan program tetap memerlukan perencanaan matang. Faktor seperti ketersediaan bibit unggul, stabilitas harga, serta infrastruktur pascapanen menjadi aspek penting yang harus diperhatikan.

Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pendampingan teknis dan pengawasan agar kualitas produksi tetap terjaga. Dengan demikian, Humbang Hasundutan berpeluang menjadi salah satu sentra hortikultura yang kompetitif di Sumatera Utara.

Komitmen Pembangunan Berbasis Desa

Panen kentang di Desa Pakkat Toruan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari strategi pembangunan berbasis potensi lokal. Pemerintah daerah menilai ketahanan pangan harus dimulai dari desa, dengan memaksimalkan sumber daya yang ada.

Melalui kolaborasi pemerintah, petani, dan BUMDes, model ekonomi desa produktif diharapkan mampu memperkuat fondasi kesejahteraan masyarakat. Langkah ini sekaligus menjadi contoh praktik baik dalam pengelolaan sektor pertanian yang terintegrasi dengan kebijakan sosial.

Dengan semangat gotong royong dan pendampingan berkelanjutan, Humbang Hasundutan terus bergerak menuju kemandirian pangan yang tangguh dan berdaya saing.

Diterbitkan: Media Ribak News
Penulis: Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *