DOLOKSANGGUL — Sabtu 18 April 2026. Ribaknews.id

Peta persaingan akademik tingkat sekolah dasar di Kecamatan Paranginan menunjukkan dinamika menarik. UPT SD Negeri 135 Paranginan Selatan tampil dominan dalam ajang Olimpiade MIPAS (Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Sosial) yang digelar di UPT SMP Negeri 025 Siborutorop, Sabtu (18/4/2026). Dari 15 besar yang diumumkan panitia, mayoritas posisi diisi oleh siswa dari sekolah tersebut, dengan Marsaulina Sianturi keluar sebagai juara pertama.

Kemenangan Marsaulina bukan sekadar capaian individu, melainkan mencerminkan pola pembinaan akademik yang relatif konsisten di sekolahnya. Selain meraih posisi puncak, SD Negeri 135 Paranginan Selatan juga menempatkan beberapa siswanya di peringkat atas, termasuk juara kedua atas nama Demitri Solafide Butarbutar. Hasil ini menegaskan bahwa kualitas pembelajaran di sekolah tersebut mampu bersaing dan bahkan unggul di tingkat lokal.

Di sisi lain, kehadiran peserta dari sekolah lain seperti UPT SD Negeri 132 Siborutorop dan UPT SD Negeri 131 Siborutorop tetap menunjukkan adanya kompetisi yang sehat. Rebekah Togatorop dari SD Negeri 132 Siborutorop berhasil menempati posisi ketiga, memperlihatkan bahwa distribusi potensi akademik siswa tidak terpusat pada satu sekolah saja.

Ketua panitia, Moga Silitonga, mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang perlombaan, tetapi juga sebagai instrumen evaluasi capaian pembelajaran siswa. Dengan melibatkan 110 peserta dari lima sekolah dasar, olimpiade ini menjadi gambaran awal mengenai tingkat penguasaan materi dasar, khususnya dalam bidang numerasi dan sains.

“Kompetisi ini penting untuk melihat sejauh mana siswa memahami pelajaran yang mereka terima di kelas. Dari sini kita bisa menilai kekuatan dan kelemahan yang perlu diperbaiki,” ujarnya.

Berbeda dari kegiatan akademik pada umumnya, Olimpiade MIPAS kali ini juga dipadukan dengan pentas seni. Pendekatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan diri di luar ranah akademik, sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada nilai, tetapi juga pada pengembangan karakter dan kreativitas.

Kehadiran Bupati Humbang Hasundutan bersama jajaran pejabat daerah dalam kegiatan tersebut turut memperkuat pesan bahwa sektor pendidikan menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Penyerahan penghargaan secara langsung kepada para pemenang memberikan legitimasi sekaligus motivasi bagi siswa untuk terus berprestasi.

Ketua Komite UPT SMP Negeri 025 Siborutorop, Pdt Bona Asal Togatorop, menilai bahwa dukungan pemerintah memiliki dampak psikologis yang signifikan bagi peserta didik. Menurutnya, pengakuan terhadap prestasi siswa menjadi faktor penting dalam membangun semangat belajar.

“Ketika siswa merasa diperhatikan dan diapresiasi, mereka akan lebih percaya diri untuk berkembang. Ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan ini memperoleh sertifikat, sementara juara pertama hingga ketiga mendapatkan medali emas dan piala. Panitia juga memberikan medali perak dan perunggu kepada peserta lainnya sebagai bentuk penghargaan atas partisipasi mereka. Untuk menjaga objektivitas, pelaksanaan lomba diawasi oleh mahasiswa Universitas Tapanuli.

Secara substantif, hasil Olimpiade MIPAS ini membuka ruang refleksi bagi dunia pendidikan di daerah. Dominasi satu sekolah dapat menjadi indikator keberhasilan metode pembelajaran, namun di sisi lain juga menjadi tantangan bagi sekolah lain untuk meningkatkan kualitas pengajaran.

Dengan demikian, ajang ini tidak hanya menghasilkan daftar juara, tetapi juga menghadirkan gambaran nyata tentang kondisi kompetensi akademik siswa di tingkat dasar. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan, baik dari sisi kualitas maupun cakupan, agar mampu mendorong pemerataan mutu pendidikan di seluruh wilayah Humbang Hasundutan.

Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *