Humbang Hasundutan, Rabu 10 Desember 2025 – Ribaknews.id
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) bersama masyarakat dan pimpinan lintas gereja menggelar Perayaan Natal dan Doa Bersama atas bencana yang melanda beberapa wilayah. Ibadah tahun ini mengangkat tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Kehadiran Allah melalui Kelahiran Yesus Kristus menjadi dasar ikatan kasih dalam keluarga mewujudkan masyarakat Humbahas yang damai dan sejahtera.”
Prosesi Ibadah dan Kehadiran Tokoh Masyarakat
Prosesi ibadah dipimpin oleh Pdt. Anton BG. Hutagalung, S.Th, dan diikuti oleh pendeta lintas denominasi, Bupati dan Wakil Bupati, Forkopimda, serta pimpinan organisasi gereja seperti PGID, BKAG, Bamagnas, FKUB, PGPI, PGLH, dan KWI.
Rangkaian acara meliputi pembawa simbol-simbol Kristiani, penyalaan lilin oleh Pelayan Firman bersama Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Dandim 0210/TU, Kapolres, Kajari, Ketua PN Tarutung, Kepala Kemenag Humbahas, dan perwakilan masyarakat. Penyalaan lilin menjadi simbol harapan, damai, dan pemulihan bagi keluarga terdampak bencana.
Makna Simbol Natal
Simbol-simbol Natal dibawakan untuk menghadirkan makna rohani dan sosial:
Alkitab (Pdt. Herlina Simbolon, S.Th): Firman Tuhan sebagai pedoman hidup dan sumber kekuatan keluarga.
Salib (Ev. Marlina Munte, S.Th): Penebusan dan kasih Kristus.
Lilin (Pdt. Firman Hutagaol, S.Th): Cahaya harapan dan pemulihan.
Pohon Natal (Ev. Donna Aritonang, M.Th): Simbol pertumbuhan dan kebersamaan.
Vandel Oikoumene (Pdt. Joas Nainggolan): Persatuan lintas denominasi.
Simbol Keluarga (Pdt. Jusuf Sianturi): Fondasi masyarakat yang harmonis dan damai.
Simbol-simbol ini menegaskan bahwa kasih Allah hadir melalui keluarga dan masyarakat, terutama saat menghadapi tantangan sosial dan bencana.
Pesan Natal dari Pendeta dan Bupati
Pdt. Godman Tampubolon, S.Th, M.Pdk menekankan bahwa kasih Allah harus diwujudkan dalam tindakan nyata di keluarga dan masyarakat, bukan sekadar renungan.
Pdt. Rikson Hutahaean, M.Th menyoroti tantangan modernisasi, egoisme, dan ketidakpedulian, yang memperlebar jarak sosial serta memicu konflik. Ia mengingatkan pentingnya kembali ke nilai-nilai kasih dan kepedulian antaranggota keluarga dan masyarakat.
Bupati Humbang Hasundutan menyampaikan pesan yang menggugah:
> “Kelahiran Kristus adalah tanda bahwa Allah tidak meninggalkan kita. Di tengah kesedihan akibat bencana, kasih dan penyertaan Tuhan memberi kekuatan untuk bangkit. Natal mengajak kita saling menopang dan memperkuat keluarga sebagai fondasi masyarakat Humbahas yang damai dan sejahtera.”
Bupati juga mengapresiasi seluruh tokoh gereja, Forkopimda, relawan, dan masyarakat yang aktif membantu korban bencana, menegaskan bahwa persatuan lintas denominasi dan keberagaman adalah kekuatan besar bagi daerah ini.
Solidaritas dan Pemulihan Pasca Bencana
Perayaan Natal ini menjadi momentum solidaritas sosial. Kehadiran berbagai unsur masyarakat dan pemerintah menegaskan bahwa Natal tidak hanya seremonial, tetapi sebagai panggilan untuk hadir bagi sesama.
Acara ditutup dengan doa berkat dan puji-pujian, menciptakan suasana damai dan sukacita bagi seluruh peserta. Bagi warga terdampak bencana, momentum ini memberikan kekuatan psikologis, harapan, dan pemulihan sosial.
Jonaer Silaban










