Longsor Pakkat Menelan Korban: 7 Rumah Rusak, 4 Meninggal, 4 Hilang, Evakuasi Terkendala Cuaca Ekstrem

Bencana Longsor Terjang Pakkat: Warga Panik, Desa Porak-Poranda

Kecamatan Pakkat, Rabu 26 November 2025 Ribaknews.id

Hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam beberapa hari terakhir akhirnya memicu bencana besar di Kecamatan Pakkat. Material longsor dari lereng bukit menerjang permukiman warga di Desa Panggugunan dan Desa Pulo Godang, dua desa yang berada di jalur rawan bencana ketika curah hujan meningkat.

Terjangan tanah, batu besar, lumpur, dan air tidak hanya merusak rumah warga, tetapi juga memutus akses jalan dan menimbulkan korban jiwa. Bencana terjadi begitu cepat sehingga sebagian warga tidak sempat menyelamatkan diri. Suasana kepanikan melanda desa saat warga lainnya berupaya mengevakuasi keluarga dengan alat seadanya, sementara sebagian lainnya berlarian menuju rumah kerabat untuk mengungsi.

Tujuh Rumah Rusak: Dua Desa Mengalami Dampak Terparah

Data di lapangan menunjukkan bahwa sebanyak 7 unit rumah mengalami kerusakan parah. Lima rumah berada di Desa Panggugunan dan dua lainnya di Desa Pulo Godang. Rumah-rumah milik Harjon Sihotang, Beres Sihotang, Pery Sihotang, Sonta Simanullang, serta Tiurma Manullang di Desa Panggugunan luluh lantak diterjang material longsor.

Sementara di Desa Pulo Godang, rumah milik Hendri Panggabean dan Lavinder Simanullang juga mengalami kerusakan berat. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, namun pendataan resmi dari pemerintah daerah masih berlangsung mengingat medan yang sulit ditembus.

Total Korban 14 Orang: 6 Selamat, 4 Meninggal, 4 Masih Hilang

Bencana ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Pakkat. Kepala Desa Panggugunan melaporkan bahwa total korban mencapai 14 orang. Rinciannya, enam warga ditemukan selamat, empat warga ditemukan meninggal dunia, dan empat lainnya masih hilang.

Korban Selamat

Enam korban yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat terdiri dari lansia, orang dewasa, hingga anak-anak. Mereka adalah:

Sonta Simanullang (72)

Pery Sihotang (45)

Grace Cia Cilina (9)

Joharia Sihotang (12)

Daniel Sihotang (25)

Lapider Simanullang (70)

Seluruh korban selamat mengalami luka memar, trauma, hingga masalah pernapasan akibat tertimbun material lumpur. Mereka telah dirujuk ke RSUD Doloksanggul untuk mendapatkan perawatan medis lanjutan.

Korban Meninggal Dunia

Empat korban yang ditemukan meninggal dunia adalah:

Beres Sihotang (80)

Merni Simamora (45)

Tiurma Br. Simanullang (90)

Juniati Silaban (47)

Jenazah kini sudah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat setempat.

Korban Hilang Masih dalam Pencarian

Empat warga lainnya masih dinyatakan hilang:

Tiada Simanullang (70)

Ardo Sihotang (19)

Anak dari Nurcahaya Sihotang (9)

Roy Simanullang (19)

Tim SAR gabungan bersama warga terus melakukan pencarian meski terkendala cuaca dan kondisi medan.

Upaya Penanganan: Alat Berat, Ambulans, dan Dapur Umum Sudah Dikerahkan

Sebagai respons cepat terhadap bencana ini, satu unit alat berat telah diturunkan ke lokasi untuk membuka akses jalan dan membersihkan material tebal yang menimbun rumah-rumah warga. Tiga unit ambulans — milik Polres Humbahas, Puskesmas Matiti, dan Puskesmas Onan Ganjang — turut dikerahkan untuk mempercepat penanganan korban.

Dinas Sosial Pemkab Humbahas juga telah mendirikan dapur umum darurat di Lapangan Sihasang, Dusun I Lumban Sihotang, guna memenuhi kebutuhan logistik bagi warga terdampak serta tim penyelamat. Sebagian besar warga yang rumahnya terdampak kini mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

Petugas medis, polisi, TNI, hingga relawan masyarakat turut bergerak cepat mengevakuasi para korban, mengatur lalu lintas, serta memastikan pasokan makanan dan obat-obatan bagi pengungsi.

Kendala Berat: Jalan Tertutup 500 Meter, Cuaca Tak Bersahabat

Meski berbagai personel dan peralatan sudah dikerahkan, proses pencarian dan evakuasi masih menghadapi hambatan besar. Material longsor berupa batu berdiameter besar dan lumpur tebal masih menutup badan jalan sepanjang sekitar 500 meter, menyulitkan alat berat untuk bermanuver.

Selain itu, hingga sekitar pukul 18.00 WIB, cuaca di lokasi masih diguyur hujan dan diselimuti kabut. Kondisi ini memaksa tim untuk menghentikan sementara pencarian karena adanya potensi longsor susulan yang dapat membahayakan petugas.

Pencarian korban yang dinyatakan hilang akan kembali dilanjutkan pada pukul 07.00 WIB esok hari atau setelah kondisi cuaca dianggap aman.

Jonaer Silaban

📝Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *