Siborongborong, Rabu 15 April 2026. Ribaknews.id
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Siborongborong melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan serta skrining penyakit menular HIV dan sifilis bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP), Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dalam mendeteksi dini serta menekan potensi penyebaran penyakit menular di lingkungan lapas.
Kegiatan yang berlangsung di aula Lapas Siborongborong tersebut diikuti oleh sebanyak 93 orang WBP dan terselenggara melalui kerja sama dengan tim tenaga kesehatan dari Puskesmas Siborongborong. Program ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara lembaga pemasyarakatan dengan fasilitas layanan kesehatan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan.
Kasubsi Perawatan Lapas Siborongborong, R. Sinaga, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan penyuluhan dan skrining ini memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran serta kewaspadaan terhadap penyakit menular, khususnya di lingkungan tertutup seperti lapas.
Ia menjelaskan bahwa warga binaan pemasyarakatan merupakan salah satu kelompok yang memiliki risiko terhadap penularan penyakit seperti HIV, hepatitis, dan penyakit menular seksual lainnya, sehingga diperlukan langkah antisipatif melalui edukasi dan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan dapat memahami pentingnya menjaga kesehatan serta meningkatkan kesadaran untuk melakukan deteksi dini terhadap penyakit menular,” ujar R. Sinaga.
Setelah kegiatan pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan yang disampaikan oleh dr. Priska dari Puskesmas Siborongborong. Dalam pemaparannya, dr. Priska memberikan penjelasan mengenai HIV dan sifilis, mulai dari cara penularan, gejala klinis, hingga langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh setiap individu.
Ia juga menekankan bahwa pemahaman yang benar mengenai penyakit menular seksual sangat penting untuk mengurangi stigma serta meningkatkan perilaku hidup sehat, terutama di lingkungan dengan tingkat kerentanan yang relatif tinggi.
“Edukasi menjadi kunci utama dalam pencegahan. Dengan pemahaman yang baik, risiko penularan dapat ditekan secara signifikan,” ungkapnya.
Usai penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan skrining HIV kepada seluruh peserta. Proses pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan memanggil WBP secara bergiliran guna menjaga ketertiban dan kenyamanan selama proses berlangsung.
Metode skrining dilakukan melalui pengambilan sampel darah dari ujung jari, yang kemudian diperiksa menggunakan alat diagnostik dengan bantuan reagen khusus untuk mendeteksi adanya infeksi HIV. Prosedur ini dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berkompeten sesuai dengan standar pelayanan medis.
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan, seluruh peserta dinyatakan tidak reaktif terhadap HIV. Hasil ini menunjukkan kondisi kesehatan yang cukup baik di kalangan warga binaan, sekaligus menjadi indikator positif dari upaya pembinaan dan pelayanan kesehatan yang telah berjalan.
Tim dari Puskesmas Siborongborong menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta menilai bahwa kolaborasi lintas sektor seperti ini sangat penting dalam mendukung program kesehatan masyarakat, khususnya di lingkungan pemasyarakatan.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, sehingga kondisi kesehatan warga binaan dapat terpantau dengan baik,” ujar dr. Priska.
Sementara itu, pihak Lapas Siborongborong menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan layanan kesehatan bagi warga binaan, tidak hanya melalui pemeriksaan berkala, tetapi juga melalui edukasi kesehatan yang berkesinambungan.
Pelaksanaan penyuluhan dan skrining ini diharapkan mampu menjadi langkah strategis dalam mencegah penyebaran penyakit menular, sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga binaan selama menjalani masa pembinaan.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesehatan dapat terus tumbuh, sehingga lingkungan lapas menjadi lebih sehat, aman, dan terbebas dari penyakit menular.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur













