Kisah Mei 2020: Frish. H. Silaban dan Tim Media Menyusuri Pelosok Humbahas untuk Mengukur Kepercayaan Publik terhadap Polri

Perjalanan dua bulan menyusuri kecamatan hingga pelosok desa di Humbang Hasundutan menjadi bagian dari survei tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang dilakukan tim media pimpinan Frish. H. Silaban bersama Polres Humbang Hasundutan pada Mei 2020.

Humbang Hasundutan, Sabtu 23 Mei 2026.

Ribaknews.id

Enam tahun lalu, tepatnya Mei 2020, jalan-jalan berbukit dan desa-desa di Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi saksi perjalanan panjang sebuah survei kepercayaan publik terhadap institusi Polri.

Saat itu, Frish. H. Silaban bersama tiga anggota tim medianya dipercaya oleh Polres Humbang Hasundutan untuk melaksanakan survei tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja kepolisian, khususnya Polres Humbang Hasundutan.

Kala itu, Polres Humbang Hasundutan dipimpin AKBP Rudi Hartono. Di bawah kepemimpinannya, Polres Humbang Hasundutan menggandeng tim media independen untuk turun langsung ke kecamatan hingga pelosok desa guna mengukur tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Kerja sama tersebut diawali dengan penandatanganan kontrak resmi di Aula DP Silitonga Polres Humbang Hasundutan. Suasana aula siang itu dipenuhi jajaran kepolisian, mulai dari Kapolres, Wakapolres, seluruh Pejabat Utama (PJU), hingga tim media yang akan menjalankan survei lapangan.

Bagi tim media, momen tersebut bukan sekadar penandatanganan kerja sama biasa. Sebab usai kontrak diteken, pekerjaan besar langsung menanti di lapangan.

Tidak ada waktu panjang untuk beristirahat. Setelah seluruh proses administrasi selesai, tim segera menyusun agenda perjalanan untuk turun langsung ke tengah masyarakat.

Selama dua bulan penuh, Frish. H. Silaban bersama tim menyusuri berbagai wilayah di Kabupaten Humbang Hasundutan dengan metode door to door.

Mereka mendatangi kecamatan demi kecamatan, desa demi desa, untuk mendengar langsung suara masyarakat mengenai pelayanan dan kinerja Polri di wilayah Humbahas.

Perjalanan itu bukan hanya tentang angka statistik. Lebih dari itu, survei tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan institusi kepolisian melalui pendekatan yang dilakukan secara langsung.

Tim media mendatangi berbagai unsur masyarakat, mulai dari petani di desa-desa, tokoh adat, tokoh masyarakat kecamatan, kepala desa, guru dan kepala sekolah, organisasi kepemudaan, LSM, hingga instansi pemerintah daerah.

Tak hanya itu, survei juga menyentuh tokoh lintas agama sebagai bagian penting dalam membaca persepsi publik secara menyeluruh.

Salah satu momen penting dalam perjalanan tersebut adalah ketika Frish. H. Silaban melakukan pertemuan dengan Ketua FKUB Kabupaten Humbang Hasundutan di rumah pribadi tokoh tersebut.

Dalam suasana sederhana namun penuh keterbukaan, keduanya berdiskusi sambil memperlihatkan dokumen survei yang telah diisi sebagai bagian dari pengumpulan data lapangan.

Pertemuan itu menjadi bagian dari proses pendataan terhadap pandangan tokoh lintas agama mengenai pelayanan kepolisian di Humbang Hasundutan.

Perjalanan survei kemudian berlanjut ke Mesjid Raya Doloksanggul.

Di lokasi itu, Frish. H. Silaban melakukan wawancara dan pengumpulan data bersama Ketua MUI Kabupaten Humbang Hasundutan yang hadir mengenakan peci hitam dan pakaian putih.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam menghimpun persepsi tokoh agama Islam terhadap pelayanan Polri di tengah masyarakat.

Dari berbagai dokumentasi lapangan itu terlihat bahwa proses survei benar-benar dilakukan secara nyata, terbuka, dan langsung menyentuh masyarakat.

Namun perjalanan dua bulan tersebut tidak selalu berjalan mudah.

Ada kalanya masyarakat menyambut tim dengan hangat dan antusias. Sebagian warga bahkan mengaku baru pertama kali dimintai pendapat secara langsung mengenai pelayanan kepolisian.

Di sisi lain, ada pula responden yang awalnya terlihat ragu untuk berbicara terbuka.

Tim media harus membangun komunikasi secara perlahan agar masyarakat merasa nyaman menyampaikan pandangannya tanpa tekanan.

Selain faktor sosial, kondisi geografis Humbang Hasundutan yang cukup luas juga menjadi tantangan tersendiri.

Perjalanan ke sejumlah wilayah harus ditempuh melalui jalan perbukitan dan desa-desa yang berjauhan satu sama lain. Meski demikian, seluruh proses survei tetap berjalan sesuai target kerja yang telah ditentukan dalam kontrak.

Selama dua bulan, tim media bekerja mengumpulkan data, mendokumentasikan hasil wawancara, melakukan verifikasi lapangan, hingga memastikan seluruh responden sesuai dengan kategori survei yang telah ditetapkan.

Setelah seluruh tahapan pendataan selesai, hasil survei kemudian diserahkan langsung kepada tim internal Polres Humbang Hasundutan yang menangani kegiatan tersebut.

Selanjutnya, seluruh data hasil lapangan dikirim ke Polda Sumatera Utara untuk dilakukan proses verifikasi dan evaluasi lanjutan.

Sekitar satu bulan setelah proses pengiriman data, hasil verifikasi dari Polda Sumatera Utara menunjukkan angka yang cukup signifikan.

Tingkat kepercayaan masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan terhadap Polres Humbang Hasundutan berada pada kisaran 80 persen.

Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa pada periode tahun 2020, mayoritas masyarakat Humbahas masih memberikan tingkat kepercayaan yang cukup tinggi terhadap institusi kepolisian di daerah tersebut.

Namun di balik angka 80 persen itu, tersimpan cerita panjang tentang perjalanan lapangan, dialog dengan masyarakat, hingga pengalaman menyusuri desa-desa di Humbang Hasundutan demi mendengar suara publik secara langsung.

Bagi Frish. H. Silaban dan tim media yang terlibat, pengalaman itu bukan sekadar pekerjaan jurnalistik biasa.

Dua bulan perjalanan tersebut menjadi bagian dari catatan lapangan yang memiliki nilai historis tersendiri, terutama dalam menggambarkan hubungan antara masyarakat, media, dan institusi kepolisian di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Kini enam tahun telah berlalu. Namun dokumentasi, cerita perjalanan, dan proses panjang yang pernah dijalani pada Mei 2020 itu masih menjadi pengingat tentang bagaimana sebuah survei kepercayaan publik dilakukan secara langsung hingga menyentuh masyarakat sampai ke pelosok Humbang Hasundutan.

Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *