Doloksanggul — Senin 10 November 2025 Ribaknews.id
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Humbang Hasundutan, Donald Togi Josua Situmorang, SH., MH., memimpin Upacara Peringatan Hari Pahlawan Nasional 2025 di Lapangan Kantor Bupati Humbang Hasundutan, Senin (10/11/2025).
Upacara berlangsung khidmat meski diguyur gerimis, menandai kuatnya semangat nasionalisme di kalangan peserta upacara.
Forkopimda dan Masyarakat Bersatu di Lapangan Kantor Bupati
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Humbahas, antara lain Bupati Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH., Kapolres Humbahas AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., perwakilan Dandim 0210/TU Kapten Rikkot Samosir, Ketua PN Tarutung diwakili Hakim Trisno Jhohannes Simanullang, SH., MH., serta Anggota DPRD Antonius P. Simamora dan Manamba Tua.
Turut hadir pula unsur PKK, Dharma Wanita Persatuan, Sekda Christison R. Marbun, Kepala OPD, BUMN/BUMD, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda. Kehadiran lengkap lintas elemen ini mencerminkan soliditas pemerintah daerah dalam memperingati perjuangan para pahlawan.
Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Ipda Rivo Sitorus, dengan peserta dari unsur TNI/Polri, ASN, pelajar, dan organisasi kepemudaan.
Lagu Perjuangan Bergema di Tengah Hujan
Prosesi dimulai dengan pengibaran Bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya oleh paduan suara SMA Negeri 2 Lintongnihuta.
Suasana hening tercipta ketika seluruh peserta mengikuti mengheningkan cipta yang dipimpin langsung oleh inspektur upacara, sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah gugur.
Seluruh peserta turut membacakan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, dan pesan-pesan perjuangan para pahlawan bangsa.
Meski cuaca gerimis disertai angin, semangat tak surut saat seluruh peserta menyanyikan lagu Maju Tak Gentar dan Mars Humbang Hasundutan dengan penuh kebanggaan daerah dan jiwa nasionalisme.
Pesan Menteri Sosial: Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan
Dalam amanat Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf yang dibacakan oleh Kajari Humbahas, ditegaskan bahwa kemerdekaan tidak pernah datang secara cuma-cuma.
“Para pahlawan mengajarkan kepada kita bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi lahir dari kesabaran, keberanian, kejujuran, kebersamaan, dan keikhlasan,” demikian kutipan dari sambutan yang dibacakan serentak di seluruh Indonesia.
Tema nasional peringatan tahun ini, “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan,” mengandung pesan moral agar masyarakat meneruskan perjuangan para pahlawan dengan cara yang relevan di masa kini — melalui ilmu pengetahuan, empati sosial, dan pengabdian kepada sesama.
Menteri Sosial juga menekankan bahwa perjuangan modern tidak lagi dilakukan dengan bambu runcing, tetapi dengan semangat kerja, inovasi, serta kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
Penghargaan untuk Veteran: Tanda Hormat Sepanjang Masa
Sebagai penutup, dilaksanakan penyerahan cendera mata kepada Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Humbahas, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka.
Momen ini disambut haru dan tepuk tangan peserta upacara — menjadi simbol bahwa semangat pengorbanan para pejuang tidak pernah dilupakan.
Kajari Humbahas: “Menjadi Pahlawan di Era Kini Adalah Menjaga Integritas”
Dalam kesempatan terpisah, Kajari Humbahas Donald Togi Josua Situmorang menyampaikan bahwa semangat kepahlawanan kini dapat diwujudkan dengan integritas dan dedikasi dalam menjalankan tugas.
“Bagi kami, menjadi pahlawan di masa kini adalah menjaga integritas, keadilan, dan kejujuran dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat Humbahas untuk meneladani semangat para pahlawan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pelayanan publik dan kerja profesional.
Makna Upacara: Dari Pengorbanan Menuju Pengabdian
Upacara Hari Pahlawan tahun ini menjadi refleksi kebangsaan bagi seluruh elemen Humbang Hasundutan.
Nilai pengorbanan para pahlawan diterjemahkan dalam tindakan nyata: disiplin ASN, dedikasi aparat penegak hukum, dan semangat belajar para pelajar.
Melalui momentum ini, Humbahas kembali meneguhkan diri sebagai daerah yang menjunjung tinggi nasionalisme dan meneladani semangat juang tanpa pamrih — bahwa kemerdekaan bukan warisan, melainkan tanggung jawab untuk dijaga dan diteruskan.
(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)











