Jurnalis Siborongborong Sepakat Bentuk Kesatuan Independen, Dukung Pembangunan Berbasis Rakyat

SIBORONGBORONG – Minggu 01 Februari 2026 Ribaknews.id

Sejumlah jurnalis yang bertugas di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, sepakat untuk membentuk Kesatuan Jurnalis Independen Kecamatan Siborongborong sebagai wadah bersama yang bertujuan memperkuat profesionalisme pers sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap lembaga dan pemerintahan.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam pertemuan yang digelar pada Jumat, 31 Januari 2026, bertempat di kediaman jurnalis senior Freddy Hermanto Hutasoit. Pertemuan berlangsung sejak pukul 18.00 WIB hingga sekitar 01.30 WIB dini hari, dengan agenda diskusi yang berlangsung intens dan mendalam.

Gagasan pembentukan kesatuan jurnalis ini diketahui telah bergulir sekitar satu minggu sebelum pertemuan, dan pertama kali diungkapkan oleh Freddy Hermanto Hutasoit kepada rekan-rekan jurnalis di Siborongborong. Wacana tersebut kemudian dimatangkan melalui forum musyawarah yang melibatkan unsur jurnalis dan tokoh masyarakat.

“Wadah ini dibutuhkan agar jurnalis di tingkat kecamatan memiliki posisi yang kuat, independen, serta mampu menjalankan tugas jurnalistik secara profesional dan beretika,” ujar Freddy Hermanto Hutasoit dalam pertemuan tersebut.

Pertemuan itu turut dihadiri Bangkit Silaban, tokoh masyarakat Kecamatan Siborongborong. Kehadirannya dinilai memberikan legitimasi sosial sekaligus menegaskan bahwa keberadaan pers memiliki keterkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

“Pers adalah bagian penting dalam kehidupan demokrasi. Jika jurnalis bersatu dan bekerja secara independen, maka masyarakat akan mendapat informasi yang jujur dan berimbang,” kata Bangkit Silaban

Adapun jurnalis yang hadir dalam pertemuan tersebut yakni Frish. H. Silaban, Togar Nababan, Lehet Tampubolon, Fulkan Tampubolon, Eddys Lumbantoruan, Rambo Hutasoit, dan Freddy Hermanto Hutasoit. Para peserta sepakat bahwa pembentukan kesatuan jurnalis merupakan kebutuhan strategis di tengah meningkatnya tuntutan transparansi publik dan akuntabilitas pemerintahan.

Dalam kesepakatan awal, ditegaskan bahwa Kesatuan Jurnalis Independen Kecamatan Siborongborong berkomitmen mendukung kebijakan pemerintah yang berpihak pada kepentingan rakyat, mendorong keberhasilan program pembangunan daerah sesuai visi dan misi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, serta menjalankan fungsi kontrol sosial melalui kritik yang konstruktif dan berbasis fakta apabila ditemukan adanya penyimpangan.

Komitmen tersebut menempatkan pers sebagai mitra kritis pemerintah, bukan sebagai oposisi, namun juga bukan sebagai corong kekuasaan. Dengan posisi ini, jurnalis diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara mendukung pembangunan daerah dan mengawasi jalannya pemerintahan agar tetap berada pada rel kepentingan publik.

“Dukungan terhadap pembangunan harus tetap diiringi keberanian untuk mengingatkan apabila ada kebijakan atau pelaksanaan program yang menyimpang dari kepentingan rakyat,” ungkap salah satu jurnalis yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Para jurnalis juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, disiplin verifikasi, serta tanggung jawab sosial dalam setiap produk pemberitaan. Hal ini dinilai menjadi fondasi utama agar kesatuan jurnalis tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ke depan, Kesatuan Jurnalis Independen Kecamatan Siborongborong direncanakan akan menyusun langkah-langkah lanjutan, termasuk perumusan visi dan misi, mekanisme kerja organisasi, serta pola hubungan yang profesional dengan pemerintah dan masyarakat sebelum dilakukan deklarasi resmi.

Pembentukan kesatuan ini diharapkan dapat memperkuat iklim demokrasi lokal, meningkatkan kualitas informasi publik, serta menjadi saluran aspirasi masyarakat dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara.

Diterbitkan Media Ribak News
Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *