JTP Tembus Jalan Rusak, Janji Rp 2 Miliar untuk Parmonangan

Berita, DAERAH74 Dilihat

Taput Utara – Parmonangan — Rabu 12 November 2015 Ribaknews.id

Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat melaksanakan kunjungan kerja selama dua hari di Kecamatan Parmonangan, 11–12 November 2025. Kunjungan dimulai dari peninjauan SD Hutagtinggi dan berlanjut ke sejumlah sekolah dasar lain seperti SD Aek Raja, SD Parratusan, hingga SD Pertengahan di Dusun Simarsalaon.

Kepada para siswa, Bupati berpesan agar terus belajar untuk meraih cita-cita dan mendukung program SAITAPAIAS (Siswa-siswi Tapanuli Utara Peduli Kebersihan Sekolah). “Program ini membentuk karakter disiplin dan peduli lingkungan sejak dini,” ujar Bupati.

Bupati juga mengingatkan kepala sekolah dan guru agar menjaga sarana pendidikan serta memanfaatkan dana perbaikan secara tepat. Seusai meninjau sekolah, rombongan beristirahat dan makan siang bersama warga di Kantor Kepala Desa Pertengahan sebelum melanjutkan perjalanan ke Dusun Sihaporas, Desa Manalu Purba.

Kunjungan ke daerah terpencil ini menjadi bentuk kepedulian Pemkab Taput terhadap pemerataan pembangunan. Di lokasi, Bupati berdialog dengan warga dan kepala desa, meninjau kondisi jalan serta pasar tradisional setempat. Kepala SMP Negeri 4 Parmonangan, Donni Siagian, mengungkapkan rasa haru atas kunjungan itu. “Sepuluh tahun saya bertugas di sini, jalan belum pernah diperbaiki. Kami berharap kehadiran Bupati membawa perubahan,” katanya.

Menanggapi hal itu, Bupati menegaskan komitmen pemerintah untuk memperbaiki akses jalan dengan mengalokasikan Rp 2 miliar dalam APBD 2026. “Kami datang bukan sekadar lewat, tapi merasakan langsung kondisi infrastruktur. Saya sengaja membawa mobil melalui jalan rusak agar tahu betapa beratnya medan warga,” ujarnya.

Selain itu, Bupati menyampaikan rencana pembangunan jalan penghubung Sihaporas–Tumus–Pertengahan serta perluasan jaringan internet desa. Ia juga menilai peralihan masyarakat dari perkebunan karet ke sawit sebagai langkah peningkatan kesejahteraan. “Perubahan ini kita dorong sebagai kemajuan,” katanya.

Rangkaian kunker turut dirangkai dengan berbagai pelayanan, antara lain pengobatan dan pemeriksaan kesehatan gratis, pelayanan administrasi kependudukan (KTP dan KIA), pemberian alat pertanian, bibit ikan, buku pelajaran, hingga vitamin bagi lansia. Kegiatan hari pertama ditutup dengan pementasan seni budaya Batak oleh siswa SMPN 4 Parmonangan sebagai ungkapan terima kasih masyarakat.

(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *