Siborongborong, 03 Oktober 2025
Ribaknews.id
1 Oktober 2025 – Festival Kopi Danau Toba II Tahun 2025 resmi digelar di Hotel NOAH Siborongborong, Rabu (1/10). Acara ini dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Lumbantoruan, bersama Kadis Pertanian dan Kadis Koperindag. Festival ini menampilkan kopi dari berbagai kecamatan di Taput dengan tujuan memperkuat branding kopi lokal.
Dalam sambutannya, Wabup menegaskan bahwa kopi Taput adalah salah satu ikon daerah yang harus terus dipromosikan ke pasar nasional maupun internasional. Ia menekankan pentingnya kolaborasi petani, UMKM, dan pemerintah untuk menjaga kualitas sekaligus memperluas akses pasar kopi.
Meski begitu, catatan kritis tetap muncul. Ajang festival dianggap tak cukup tanpa langkah nyata membuka lahan baru. Pemkab Taput diminta berani menggarap ribuan hektare lahan tidur menjadi perkebunan kopi terintegrasi. Dengan begitu, Taput bisa mengamankan pasokan bahan baku, meningkatkan produksi, dan menambah pendapatan asli daerah (PAD).
“Jangan hanya berhenti di panggung festival. Jangan sekadar megang bibit untuk difoto. Tempatkan bibit itu di tanah luas bentukan Pemkab Taput. Saat itu terwujud, barulah festival kopi punya makna,” ujar seorang tokoh masyarakat.
Jika kebijakan ini dijalankan, bukan mustahil Taput akan menyaingi Simalungun dan Mandailing Natal yang kini mendominasi produksi kopi Sumut. Dengan manajemen tepat, produktivitas bisa didongkrak hingga lebih dari 1 ton/ha, membuka jalan bagi Taput menjadi sentra kopi Sumut.
Festival kopi memang penting sebagai promosi, namun publik menanti lebih dari sekadar seremonial. Kunci sukses kopi Taput ada pada kombinasi promosi dan produksi. Festival memperkenalkan kopi Taput ke dunia, sementara perkebunan baru menjamin keberlanjutan pasokan.
Jika strategi ini ditempuh, Taput bukan hanya tuan rumah festival, melainkan pusat produksi kopi yang memberi bukti nyata kesejahteraan petani.













