TARUTUNG – Senin 06 April 2026. Ribaknews.id
Pembangunan jembatan perintis di Dusun Sitakka, Desa Aek Siansimun, Kecamatan Tarutung, resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama pada Senin (6/4/2026). Proyek ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membuka akses ekonomi masyarakat yang selama ini terkendala keterbatasan infrastruktur.
Groundbreaking tersebut dihadiri Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, bersama Komandan Kodim 0210/TU, Letkol Kav. Ronald Tampubolon, serta jajaran Forkopimda dan masyarakat setempat. Kegiatan ini juga terhubung secara virtual dengan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa sebagai bagian dari program pembangunan serentak di wilayah Kodam I/BB.
Pembangunan jembatan Sitakka bukan sekadar proyek fisik, melainkan intervensi strategis untuk mengatasi keterisolasian wilayah. Selama ini, akses transportasi warga di kawasan tersebut tergolong terbatas, terutama dalam mendistribusikan hasil pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Wakil Bupati Tapanuli Utara menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari upaya percepatan pembangunan desa yang disinergikan dengan program TNI Angkatan Darat.
“Pembangunan jalan dan jembatan menjadi prioritas dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan TNI adalah kunci untuk memastikan pembangunan berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Dandim 0210/TU Letkol Kav. Ronald Tampubolon mengungkapkan bahwa jembatan Sitakka merupakan bagian dari pembangunan tiga jembatan di wilayah tersebut yang ditargetkan selesai dalam waktu tiga bulan.
Menurutnya, keberadaan jembatan ini akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas warga, efisiensi distribusi hasil bumi, serta membuka peluang ekonomi baru di kawasan pedesaan.
“Jembatan ini bukan hanya penghubung fisik, tetapi juga penggerak ekonomi. Akses yang lebih baik akan mempercepat arus barang dan jasa, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Dari perspektif pembangunan wilayah, proyek ini mencerminkan pendekatan kolaboratif antara pemerintah daerah dan TNI dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
Respons positif datang dari warga setempat. Riduan Lumbantobing, perwakilan masyarakat Sitakka, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan ini telah lama dinantikan.
“Selama ini kami mengalami kesulitan dalam transportasi, terutama saat membawa hasil pertanian. Dengan adanya jembatan ini, kami berharap kehidupan ekonomi masyarakat akan jauh lebih baik,” ujarnya.
Selain pembangunan fisik, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan sosial berupa paket sembako kepada 20 kepala keluarga serta penanaman pohon di sekitar lokasi proyek sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.
Secara lebih luas, pembangunan jembatan Sitakka menjadi indikator penting arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tapanuli Utara yang mulai berfokus pada penguatan konektivitas wilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi desa. Infrastruktur yang memadai diyakini menjadi prasyarat utama dalam mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus meningkatkan daya saing daerah.
Dengan target penyelesaian dalam tiga bulan ke depan, masyarakat kini menaruh harapan besar agar proyek ini berjalan tepat waktu dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup mereka.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur












