Humbang Hasundutan, Sabtu 09 Mei 2026.
Ribaknews.id
Pembangunan jembatan bailey di Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat, Kabupaten Humbang Hasundutan akhirnya rampung dan kini kembali dapat digunakan masyarakat. Infrastruktur tersebut sebelumnya mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan tanah longsor yang sempat memutus akses transportasi warga.
Rampungnya pembangunan jembatan menjadi hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bersama unsur Tentara Nasional Indonesia dalam mendukung percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana.
Jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung aktivitas masyarakat, baik untuk mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, maupun akses transportasi antarwilayah di Kecamatan Pakkat dan sekitarnya.
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, Sabtu (9/5/2026), menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI yang terlibat langsung dalam proses pembangunan hingga penyelesaian jembatan bailey tersebut.
Menurut Bupati, percepatan pembangunan jembatan tidak terlepas dari semangat gotong royong dan kerja sama lintas sektor yang terus dibangun selama proses penanganan pascabencana di wilayah Humbang Hasundutan.
Ia menilai sinergi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi situasi darurat dan pemulihan infrastruktur akibat bencana alam.
“Dengan rampungnya jembatan ini, aktivitas masyarakat diharapkan kembali normal dan roda perekonomian warga dapat berjalan lebih baik,” ujar Bupati.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut menjadi salah satu prioritas penanganan pascabencana karena akses tersebut merupakan jalur vital bagi masyarakat setempat.
Selama proses pembangunan berlangsung, Bupati Oloan Paniaran Nababan disebut beberapa kali turun langsung meninjau progres pekerjaan di lapangan guna memastikan pengerjaan berjalan sesuai target dan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Selain melakukan peninjauan, kehadiran Bupati di lokasi pembangunan juga menjadi bentuk dukungan moril kepada petugas dan seluruh pihak yang terlibat dalam pengerjaan jembatan.
Sebelumnya, pada 2 Mei 2026 lalu, Bupati bersama dinas terkait kembali melakukan pengecekan pembangunan jembatan di Desa Panggugunan. Pemerintah daerah memastikan proses pembangunan berjalan lancar sejak material jembatan bailey tiba di lokasi pada 6 April 2026.
Jembatan bailey sendiri merupakan solusi cepat yang digunakan pemerintah untuk memulihkan akses transportasi di wilayah terdampak bencana sebelum pembangunan permanen dapat dilakukan.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyebut koordinasi dengan pemerintah di tingkat atas terus dilakukan guna memastikan dukungan penanganan infrastruktur pascabencana berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kehadiran kembali akses jembatan tersebut kini diharapkan mampu memperlancar aktivitas masyarakat, termasuk distribusi hasil pertanian dan kebutuhan ekonomi warga yang sebelumnya sempat terganggu akibat putusnya jalur transportasi.
Pemkab Humbahas juga menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana serta percepatan pemulihan infrastruktur di berbagai wilayah terdampak.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur












