Jalur Parlilitan–Doloksanggul Kembali Normal

Longsor sempat menutup akses jalan di kawasan Si Barati, BPBD Humbahas bergerak cepat membersihkan material tanah dan bebatuan.

Humbang Hasundutan, Rabu 06 Mei 2025. Ribaknews.id

Akses jalan penghubung Parlilitan–Doloksanggul yang sempat lumpuh akibat longsor kini kembali dapat dilalui kendaraan setelah dilakukan penanganan cepat oleh Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Humbang Hasundutan.

Peristiwa longsor terjadi di kawasan Si Barati, Desa Sihotang Hasugian Tonga, Kecamatan Parlilitan, Rabu (6/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Material longsoran berupa tanah dan bebatuan menutup seluruh badan jalan sehingga arus lalu lintas di jalur tersebut sempat terhenti total.

Kondisi ini langsung berdampak pada mobilitas masyarakat dan kendaraan yang melintas di jalur penghubung antarwilayah tersebut. Sejumlah kendaraan dilaporkan tidak dapat melintas karena timbunan material longsor menutup akses utama menuju Doloksanggul.

Menanggapi situasi tersebut, Bupati Humbang Hasundutan Dr. Oloan Paniaran Nababan segera menginstruksikan BPBD untuk melakukan penanganan darurat di lokasi kejadian. Langkah cepat dilakukan mengingat jalur Parlilitan–Doloksanggul merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat dan distribusi barang.

BPBD Humbahas kemudian menurunkan alat berat jenis becho loader untuk mempercepat proses evakuasi material longsor. Petugas bekerja membersihkan timbunan tanah dan batuan agar akses jalan dapat segera dibuka kembali.

Proses penanganan dilakukan pada malam hari dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan keamanan petugas di lapangan. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil setelah material longsor berhasil disingkirkan dari badan jalan.

Saat ini, kendaraan roda empat sudah dapat melintasi jalur Parlilitan–Doloksanggul secara normal. Meski demikian, pemerintah daerah tetap mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas di kawasan rawan longsor.

Kondisi cuaca dengan intensitas hujan yang masih tinggi dinilai berpotensi memicu longsor susulan di beberapa titik perbukitan. Karena itu, pengguna jalan diminta berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melintasi daerah dengan kontur tanah labil.

Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan juga terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah wilayah rawan bencana guna mengantisipasi gangguan akses maupun risiko terhadap keselamatan masyarakat.

Penanganan cepat yang dilakukan BPBD menjadi bagian dari upaya respons darurat pemerintah daerah dalam menjaga konektivitas wilayah serta meminimalkan dampak bencana terhadap aktivitas masyarakat.

Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *