Humbang Hasundutan — Kamis 11 Desember 2025 Ribaknews.id
Dampak bencana longsor yang melanda Kabupaten Humbang Hasundutan pada 25 November 2025 masih dirasakan hingga kini. Selain kerusakan fasilitas publik, salah satu pekerjaan besar yang menjadi fokus pemerintah daerah adalah pemulihan akses menuju Desa Batu Nagodang Siatas di Kecamatan Onanganjang. Desa ini hingga hari ini masih terisolasi akibat jalan utama yang putus dan sulit diperbaiki karena kondisi medan yang tidak stabil.
Situasi ini memaksa pemerintah daerah mengambil langkah strategis: membangun jalan baru sebagai solusi alternatif untuk mengembalikan konektivitas masyarakat. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan tingkat kerusakan jalur lama yang terlalu berat untuk diperbaiki dengan cepat, serta pertimbangan keselamatan warga yang melintas.
Tinjauan Lapangan: Pemerintah Turun Langsung ke Titik Rencana Jalan
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH., didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Renward Hendry Marpaung, serta Sekcam Onanganjang, Doharman Marbun, langsung meninjau titik rencana jalur baru. Langkah pemerintah ini menegaskan bahwa pembangunan akses ke Batu Nagodang menjadi prioritas yang tidak bisa ditunda.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut, Kepala Desa Parbotihan Pagar Marbun, Kepala Desa Sampe Tua Jongga Manullang, Kepala Desa Aek Godang Arbaan Karyono Sibagariang, serta Kepala Desa Batu Nagodang Siatas Hiras Manullang. Hadirnya para kepala desa ini memperlihatkan bahwa pembangunan jalan baru bukan hanya inisiatif pemerintah semata, tetapi hasil kesepakatan bersama masyarakat di wilayah terdampak.
Dalam kesempatan itu, Bupati menegaskan bahwa pemerintah daerah menargetkan pengerjaan jalur alternatif dapat dimulai segera dan diharapkan akses menuju Batu Nagodang dapat kembali terbuka sebelum perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Target ini diberikan mengingat urgensi mobilitas masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok dan layanan penting.
Alasan Jalan Lama Tidak Diperbaiki: Medan Tidak Stabil dan Risiko Tinggi
Berdasarkan hasil tinjauan teknis dari PUTR, jalur lama yang tertimbun longsor berada di daerah lereng curam dan memiliki struktur tanah yang rentan pergerakan. Perbaikan jalan lama membutuhkan pengerjaan besar, termasuk pembangunan talud besar, pergeseran trase, hingga penataan drainase menyeluruh—yang semuanya memerlukan waktu lebih lama dan biaya lebih besar dibanding membuka jalur baru.
Selain itu, potensi longsor susulan masih tinggi akibat curah hujan yang meningkat pada periode akhir tahun. Pemerintah tidak ingin mengambil risiko keselamatan bagi masyarakat dan pekerja lapangan jika perbaikan dipaksakan pada jalur lama.
Dengan kondisi tersebut, pembuatan jalur alternatif dinilai menjadi pilihan paling realistis, cepat, dan aman.
Harapan Masyarakat dan Dampak Ekonomi
Warga Batu Nagodang Siatas telah merasakan dampak langsung terputusnya akses jalan. Harga kebutuhan pokok naik, distribusi barang terganggu, dan aktivitas ekonomi warga — terutama petani yang hendak menjual hasil panen — menjadi terhambat.
Pembangunan jalan baru ini diharapkan mampu mengembalikan jalur ekonomi warga, mempercepat distribusi logistik, serta memastikan pelayanan pemerintahan tetap berjalan optimal. “Kami berharap akses bisa segera dibuka. Sudah terlalu lama kami terisolasi, dan ekonomi kami terpukul,” ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi.
Keterlibatan para kepala desa juga menjadi kunci koordinasi, terutama dalam hal pembebasan lahan, gotong royong masyarakat, dan pendataan kebutuhan darurat warga.
Langkah Teknis dan Koordinasi Lintas Sektor
Kadis PUTR menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyusun desain awal (pra-rencana) jalan alternatif. Beberapa hal yang sedang dikerjakan meliputi:
Penentuan trase yang paling aman dan stabil
Survei topografi dan kondisi tanah
Perencanaan drainase untuk mencegah genangan dan longsor
Estimasi kebutuhan anggaran
Penjadwalan pekerjaan konstruksi secara darurat
Sementara itu, koordinasi juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan OPD terkait untuk memastikan penanganan bencana berjalan terpadu, baik dari sisi anggaran maupun dukungan teknis.
Komitmen Pemerintah: Pemulihan Akses sebagai Prioritas Utama
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menegaskan bahwa pemulihan akses ke Batu Nagodang merupakan tugas mendesak yang harus dituntaskan. Bupati Oloan P, Nababan menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bukan sekadar simbolis, tetapi memastikan rencana berjalan efektif dan tepat sasaran.
Dengan adanya jalan baru ini, pemerintah berharap aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan perekonomian desa kembali bergerak. Pemerintah juga memastikan bahwa pengerjaan akan diawasi secara ketat agar kualitas dan keamanan jalan tetap terjamin.
Jonaer Silaban
Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya














