27 Februari 2026, Humbang Hasundutan.
Ribaknews.id
Komitmen membangun sumber daya manusia berbasis literasi kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan Seminar Motivasi dan Workshop Penulisan serta Penerbitan Buku yang resmi dimulai Jumat (27/2/2026) dan berlangsung hingga Sabtu (28/2/2026) di Gedung Pertemuan Humbang Hasundutan.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan unsur legislatif, pemerintah daerah, akademisi, komunitas literasi, serta sektor perbankan dalam satu agenda bersama: memperkuat budaya membaca, menulis, dan berpikir kritis di tengah masyarakat.
Seminar dan workshop ini terselenggara atas dukungan Anggota DPR RI, Martin Manurung, yang mendorong penguatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan dan literasi sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Dukungan tersebut memperlihatkan pentingnya sinergi antara kebijakan tingkat nasional dan implementasi di daerah.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan di bawah kepemimpinan Oloan Paniaran Nababan turut memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Pemerintah daerah memandang bahwa pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas manusia. Literasi dinilai sebagai instrumen penting untuk menciptakan generasi yang adaptif, kreatif, dan memiliki daya saing.
Peran Narasumber dan Penguatan Substansi
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang yang saling melengkapi.
Sabam Sopian Silaban, sebagai penulis, memberikan pemaparan mengenai proses kreatif, manajemen ide, serta konsistensi dalam menghasilkan karya. Ia menekankan bahwa menulis bukan sekadar bakat, melainkan keterampilan yang dapat dilatih melalui disiplin dan pembiasaan.
Ferry Siburian, dosen, menguatkan aspek akademik dalam penyusunan karya tulis. Ia membahas pentingnya sistematika penulisan, struktur argumentasi, serta validitas referensi dalam menghasilkan naskah yang berkualitas dan layak terbit.
Dr. Timbo Eriko Silaban selaku Koordinator Peduli Pendidikan Sumatera Utara menyoroti urgensi gerakan literasi sebagai bagian dari transformasi pendidikan daerah. Menurutnya, budaya literasi yang kuat akan berdampak langsung terhadap kualitas berpikir masyarakat dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Sementara itu, Martin Manurung menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak instan, namun memiliki dampak struktural terhadap kemajuan daerah. Ia menyampaikan bahwa ruang-ruang pembelajaran seperti ini perlu terus diperluas agar masyarakat memiliki akses terhadap peningkatan kapasitas diri.
Bupati Oloan Paniaran Nababan dalam dukungannya menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berkomitmen menciptakan ekosistem pendidikan yang kondusif. Literasi, menurutnya, menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang partisipatif dan berorientasi pada solusi.
Dukungan Perbankan Nasional
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari sektor perbankan nasional, yakni Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan Bank Negara Indonesia.
Keterlibatan perbankan tersebut mencerminkan komitmen sektor keuangan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia melalui program tanggung jawab sosial. Sinergi ini memperlihatkan bahwa literasi dan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga dunia usaha sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Lebih dari Sekadar Seremonial
Seminar Motivasi dan Workshop Penulisan ini tidak dirancang sebagai kegiatan satu arah. Peserta memperoleh materi motivasi untuk membangun mentalitas produktif, sekaligus pelatihan teknis mengenai penyusunan naskah dan tahapan penerbitan buku.
Pendekatan ini menekankan pada output konkret, yakni lahirnya karya tulis yang dapat dipublikasikan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan penulis-penulis baru yang mendokumentasikan potensi lokal, budaya, serta gagasan pembangunan daerah dalam bentuk literasi yang sistematis.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal terbentuknya komunitas literasi yang berkelanjutan di Humbang Hasundutan. Ekosistem literasi yang kuat akan mendorong terciptanya ruang diskusi, kolaborasi intelektual, serta peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Literasi sebagai Pilar Pembangunan Daerah
Dalam konteks pembangunan daerah, literasi memiliki peran strategis. Masyarakat yang literat cenderung memiliki kemampuan analitis lebih baik, partisipatif dalam pembangunan, serta mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial dan ekonomi.
Kolaborasi antara legislatif, pemerintah daerah, akademisi, komunitas pendidikan, dan sektor perbankan dalam kegiatan ini menjadi model kemitraan lintas sektor yang konstruktif. Jika dijaga keberlanjutannya, sinergi ini dapat menjadi fondasi kuat bagi pembangunan berbasis pengetahuan di Humbang Hasundutan.
Dengan dimulainya kegiatan ini pada 27–28 Februari 2026, Humbang Hasundutan menegaskan komitmennya untuk menempatkan literasi sebagai salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia. Harapannya, langkah ini tidak berhenti pada momentum dua hari, tetapi berlanjut dalam bentuk program-program literasi yang berkesinambungan.
Seminar dan workshop ini pada akhirnya bukan hanya tentang menulis buku, melainkan tentang membangun cara berpikir, membentuk karakter, serta memperluas cakrawala masyarakat menuju kemajuan yang berkelanjutan.
Diterbitkan: Media Ribak News
Penulis: Frish & Jonaer Silaban. S.Pd







