Humbang Hasundutan – Rabu 26 November 2026 Ribaknews.id
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam beberapa hari terakhir kembali memicu bencana alam di sejumlah titik. Tanah longsor, tumbangnya tiang listrik, hingga gangguan jaringan komunikasi terjadi hampir bersamaan, menyebabkan akses transportasi lumpuh dan aktivitas warga terganggu. Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan langsung melakukan penanganan cepat untuk meminimalkan dampak dan memastikan keamanan masyarakat.
Longsor Terjadi Pada Selasa Malam, Akses Jalan Tertutup Total
Berdasarkan informasi lapangan, tanah longsor terjadi pada Selasa, 25 November 2025 sekitar pukul 19.43 WIB. Material longsor menutup sebagian hingga seluruh badan jalan pada beberapa titik, khususnya di:
Desa Panggugunan, Kecamatan Pakkat
Ruas Onan Ganjang menuju Desa Sihikkit, Kecamatan Onan Ganjang
Pangungkitan Pusuk Parlilitan (Sampean)
Sekitar jembatan Aek Bottar
Longsor tidak hanya menghambat pergerakan kendaraan, tetapi juga merobohkan beberapa tiang listrik tegangan tinggi di jalur berbeda. Kejadian itu memicu pemadaman di sejumlah desa serta gangguan komunikasi yang membuat informasi lapangan tersendat pada jam-jam awal kejadian.
Hujan yang turun hampir tanpa jeda sejak beberapa hari terakhir diduga menjadi pemicu utama, mengingat kontur wilayah Humbang Hasundutan didominasi lereng perbukitan. Tanah yang jenuh air kehilangan daya ikat, sehingga mudah bergeser dan menimbulkan longsor.
Bupati Oloan Nababan Perintahkan Penanganan Cepat Meski Terkendala Kabel Listrik Tumbang
Mendapatkan laporan terjadinya longsor dan pemadaman listrik, Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH MH, segera memerintahkan seluruh dinas teknis terkait untuk turun ke lapangan malam itu juga.
Dua unit alat berat milik Pemkab dikerahkan untuk membuka akses jalan. Namun saat menuju lokasi, petugas menghadapi hambatan serius akibat kabel listrik tegangan tinggi yang tumbang dan menutupi jalan. Kondisi ini membuat tim harus berhati-hati dan berkoordinasi dengan teknisi listrik sebelum melanjutkan pengerjaan.
Meski demikian, pembersihan tetap dilakukan. Proses pengerukan material dimulai sejak Selasa malam hingga dilanjutkan Rabu, 26 November 2025, dengan melibatkan personel gabungan dari:
Pemerintah Kabupaten
BPBD
Dinas PUPR
TNI dan Polri
Masyarakat setempat
“Kita bergerak cepat agar akses jalan dapat kembali normal. Keselamatan petugas dan warga tetap menjadi prioritas utama,” demikian salah satu arahan Bupati sebelum tim diberangkatkan.
Kerusakan Listrik, Komunikasi, dan Tanaman Warga
Longsor yang terjadi kali ini tidak hanya berdampak pada akses jalan, tetapi juga pada infrastruktur energi dan pertanian masyarakat. Beberapa desa mengalami pemadaman listrik akibat tiang tumbang. Gangguan komunikasi pun terjadi, membuat warga kesulitan menghubungi keluarga maupun melaporkan situasi ke aparat.
Selain itu, sejumlah kebun warga yang berada di lereng bukit ikut rusak tersapu material longsor dan luapan air. Tanaman kopi, jagung, dan sayur-mayur dilaporkan mengalami kerusakan beragam, mulai dari ringan hingga berat. Kerugian pasti masih dalam proses pendataan oleh pemerintah desa dan kecamatan.
Pembersihan Berlangsung Hingga Malam Hari, Sejumlah Titik Mulai Bisa Dilalui
Pada Rabu malam, beberapa ruas jalan utama sudah mulai dapat dilalui kendaraan meski dengan sistem buka-tutup. Sementara itu, penanganan khusus masih terus berjalan di Desa Sihikkit, salah satu titik yang terdampak cukup parah.
Dinas PUPR menurunkan alat berat tambahan untuk memecah material longsor berukuran besar, sementara tim dari PLN terus memperbaiki jaringan listrik. Petugas TNI-Polri dan masyarakat membantu memotong pohon-pohon tumbang serta membersihkan sisa lumpur di sisi jalan.
Imbauan Bupati: Tetap Waspada, Potensi Longsor Susulan Masih Ada
Bupati Humbang Hasundutan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi yang tinggal di lereng perbukitan, bantaran sungai, dan jalur rawan longsor. Mengingat prakiraan cuaca dari BMKG menyebut hujan masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan, potensi longsor susulan belum sepenuhnya hilang.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. Bila melihat tanda-tanda seperti retakan tanah, aliran air masuk ke celah tanah, atau suara runtuhan kecil, segera menjauh dari lokasi dan laporkan ke aparat desa,” tegas Bupati.
Pemerintah juga menyiapkan kemungkinan pembukaan posko darurat bila kondisi cuaca memburuk atau warga membutuhkan tempat pengungsian sementara.
Pemerintah Komitmen Menuntaskan Penanganan Hingga Akses Normal
Hingga malam terakhir laporan masuk, personel gabungan masih terus bekerja. Pemerintah menargetkan seluruh akses dan jaringan listrik dapat pulih secepatnya. Pendataan kerusakan tanaman dan infrastruktur warga juga terus dilakukan.
“Penanganan tidak hanya berhenti pada pembersihan longsor, tetapi juga pemulihan ekonomi warga yang terdampak,” tegas pejabat BPBD Humbang Hasundutan.
Dengan koordinasi lintas instansi yang intensif dan dukungan masyarakat, Pemkab optimis seluruh jalur yang terdampak dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Jonaer Silaban
📝Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya










