Tapanuli Utara, Sabtu 23 Mei 2026.
Ribaknews.id
Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, mendorong pemanfaatan eceng gondok menjadi pupuk organik sebagai solusi alternatif bagi petani di tengah keterbatasan pupuk bersubsidi.
Program tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis pengolahan eceng gondok menjadi pupuk organik yang digelar di Kantor Camat Muara.
Kegiatan itu menjadi bentuk kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, TP PKK, praktisi pertanian, dan diaspora dalam mendukung ketahanan sektor pertanian serta menekan biaya produksi petani.
Dalam sambutannya, Bupati Taput menyampaikan apresiasi atas inisiatif TP PKK yang dinilai mampu menjawab persoalan mendasar yang dihadapi petani, khususnya terkait keterbatasan pupuk subsidi.
Menurutnya, eceng gondok yang selama ini dianggap gulma di kawasan perairan Danau Toba justru memiliki potensi besar apabila diolah menjadi pupuk organik bernilai ekonomi dan bermanfaat bagi pertanian.
“Tantangan kelangkaan pupuk subsidi tidak boleh membuat aktivitas pertanian mandek. Eceng gondok yang selama ini dianggap gulma ternyata bisa menjadi pupuk organik berkualitas dan membantu petani,” ujar Bupati.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan diaspora dan generasi muda dalam menghadirkan inovasi pertanian berbasis bahan lokal yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Kegiatan bimtek menghadirkan petani milenial sekaligus praktisi pupuk organik, Jekson Ompusunggu, yang memaparkan langsung teknik pembuatan pupuk kompos berbahan dasar eceng gondok.
Dalam pemaparannya, Jekson menjelaskan formula pupuk organik untuk kebutuhan satu hektare lahan, yakni menggunakan 100 kilogram eceng gondok, 30 kilogram kotoran hewan, 5 kilogram dedak, 1 kilogram pupuk urea, serta tambahan aktivator EM4 dan bakteri pengurai.
Seluruh bahan dicampur secara merata dan difermentasi selama kurang lebih tiga bulan hingga menghasilkan pupuk organik siap pakai.
Menurutnya, penggunaan pupuk organik berbasis bahan lokal tersebut mampu membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia hingga sekitar 20 persen.
Selain membantu efisiensi biaya pertanian, pemanfaatan eceng gondok juga dinilai dapat mendukung pelestarian lingkungan kawasan Danau Toba dengan mengurangi pertumbuhan gulma air yang selama ini mengganggu perairan.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap inovasi tersebut dapat diterapkan lebih luas oleh masyarakat sehingga mampu mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur












