Senin 09 Maret 2026, Humbang Hasundutan – Ribaknews.id
Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan memberikan penjelasan terkait penyaluran bantuan benih jagung varietas P-89 kepada kelompok tani di wilayah Papatar yang meliputi Kecamatan Pakkat, Parlilitan, dan Tarabintang. Klarifikasi tersebut disampaikan guna memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat mengenai pelaksanaan program bantuan pertanian dari pemerintah pusat.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Humbang Hasundutan, Yonepta Habeahan, menjelaskan bahwa bantuan benih jagung tersebut merupakan bagian dari program pemerintah melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang bertujuan meningkatkan produksi jagung nasional sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Menurutnya, pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian hanya melaksanakan program tersebut sesuai dengan mekanisme serta petunjuk teknis yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat.
“Program bantuan benih jagung ini merupakan bagian dari program nasional yang dilaksanakan oleh pemerintah melalui Kementerian Pertanian pada tahun 2025. Pemerintah daerah bertugas menyalurkan bantuan tersebut kepada kelompok tani yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelas Yonepta saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).
Jagung sendiri merupakan salah satu komoditas strategis dalam sektor pertanian nasional. Selain berfungsi sebagai bahan pangan, jagung juga menjadi bahan baku utama dalam industri pakan ternak. Karena perannya yang cukup penting, pemerintah terus mendorong peningkatan produksi jagung melalui berbagai program, termasuk penyaluran bantuan benih unggul kepada petani di berbagai daerah.
Kabupaten Humbang Hasundutan menjadi salah satu daerah yang mendapatkan alokasi bantuan tersebut karena memiliki potensi pengembangan tanaman jagung yang cukup besar. Wilayah Papatar yang terdiri dari Kecamatan Pakkat, Parlilitan, dan Tarabintang dikenal sebagai kawasan pertanian dengan luas lahan yang relatif besar serta kondisi agroklimat yang dinilai mendukung pengembangan komoditas tanaman pangan.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan, total bantuan benih jagung yang disalurkan di wilayah Papatar mencapai sekitar 45 ton. Bantuan tersebut diberikan kepada 56 kelompok tani yang tersebar di tiga kecamatan tersebut.
Benih jagung tersebut direncanakan untuk mendukung kegiatan budidaya jagung pada lahan pertanian dengan luasan sekitar 3.000 hektare. Lahan pertanian tersebut berada pada ketinggian sekitar 500 hingga 1.000 meter di atas permukaan laut dan selama ini dikenal sebagai kawasan yang memiliki potensi untuk pengembangan tanaman pangan.
Melalui bantuan tersebut, pemerintah berharap petani dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperluas areal tanam jagung di wilayah tersebut.
Yonepta menjelaskan bahwa proses penyaluran bantuan benih jagung tidak dilakukan secara langsung tanpa melalui tahapan yang jelas. Program bantuan pemerintah harus melalui proses pendataan dan verifikasi yang dikenal dengan istilah Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).
Pendataan CPCL dilakukan oleh penyuluh pertanian lapangan di masing-masing wilayah. Para penyuluh tersebut melakukan identifikasi terhadap kelompok tani yang memiliki lahan aktif serta berpotensi untuk melakukan budidaya jagung.
Data tersebut kemudian diverifikasi oleh instansi teknis sebelum akhirnya ditetapkan sebagai kelompok penerima bantuan.
“Melalui proses CPCL ini kita memastikan bahwa bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran dan diterima oleh kelompok tani yang memenuhi syarat,” ujar Yonepta.
Benih jagung yang disalurkan kepada petani merupakan benih unggul bersertifikat yang telah memenuhi standar mutu nasional. Varietas P-89 dipilih karena memiliki potensi produktivitas yang cukup baik dan telah digunakan dalam berbagai program pengembangan jagung di sejumlah daerah.
Benih unggul umumnya memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya daya tumbuh yang tinggi, potensi hasil yang lebih baik, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai kondisi lingkungan. Sebelum didistribusikan kepada petani, benih tersebut telah melalui proses pengujian kualitas serta pengawasan dari lembaga yang berwenang.
“Benih yang disalurkan merupakan benih bersertifikat yang telah melalui proses pengujian kualitas sebelum didistribusikan kepada petani,” jelasnya.
Meski demikian, Yonepta menegaskan bahwa dalam praktik budidaya pertanian terdapat banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan produksi jagung. Benih memang menjadi salah satu faktor penting, namun bukan satu-satunya penentu hasil panen.
Menurutnya, keberhasilan budidaya jagung sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, teknik pengolahan lahan, pemupukan, pengendalian hama serta kondisi cuaca selama masa pertumbuhan tanaman.
Curah hujan yang tinggi misalnya, dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman sekaligus meningkatkan risiko serangan penyakit tanaman. Selain itu, pemupukan yang tidak sesuai dengan kebutuhan tanaman juga dapat menyebabkan pertumbuhan jagung menjadi kurang optimal.
“Dalam budidaya pertanian ada banyak faktor yang mempengaruhi hasil panen. Tidak hanya benih, tetapi juga kondisi tanah, pemupukan, pengendalian hama dan kondisi cuaca,” ungkapnya.
Untuk meningkatkan keberhasilan program tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Humbang Hasundutan juga melakukan pendampingan kepada para petani melalui penyuluh pertanian lapangan. Pendampingan tersebut meliputi berbagai aspek budidaya mulai dari pengolahan lahan, teknik penanaman, pemupukan hingga pengendalian hama dan penyakit tanaman.
Selain itu, penyuluh pertanian juga memberikan edukasi kepada petani terkait penggunaan benih unggul serta pengelolaan lahan pertanian secara berkelanjutan.
Terkait isu yang berkembang mengenai adanya pungutan kepada petani, Yonepta menegaskan bahwa bantuan benih jagung tersebut diberikan secara gratis kepada kelompok tani penerima.
Ia memastikan tidak ada kebijakan dari Dinas Pertanian yang mewajibkan petani membayar biaya tertentu untuk memperoleh bantuan tersebut.
“Bantuan benih jagung ini merupakan program pemerintah yang diberikan kepada petani tanpa biaya,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan melalui Dinas Pertanian juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga transparansi dalam pelaksanaan berbagai program pertanian.
Dengan dukungan sarana produksi seperti benih unggul serta pendampingan teknis dari penyuluh pertanian, pemerintah berharap program tersebut dapat meningkatkan produktivitas jagung sekaligus mendukung peningkatan kesejahteraan petani di wilayah Papatar.
Diterbitkan: Media Ribak News
Penulis/Redaktur










