Tarutung, Jum’at 09 Januari 2026 Ribaknews.id
Bencana angin puting beliung yang melanda Kecamatan Tarutung dan Sipoholon, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Kamis (8/1/2026), meninggalkan luka mendalam bagi warga. Hembusan angin kencang yang datang secara tiba-tiba merusak sejumlah rumah dan memaksa masyarakat menghadapi situasi darurat dalam waktu singkat.
Sehari setelah kejadian, Jumat (9/1/2026), Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., turun langsung ke lokasi terdampak. Kehadiran orang nomor satu di Tapanuli Utara itu menjadi simbol kepedulian pemerintah sekaligus penguatan moril bagi warga yang tengah berjuang bangkit dari dampak bencana alam.
Didampingi pimpinan perangkat daerah teknis, Camat Tarutung, dan Camat Sipoholon, Bupati meninjau sejumlah titik permukiman yang mengalami kerusakan. Ia berdialog langsung dengan warga, mendengarkan keluhan, serta memastikan kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana dapat segera terpenuhi.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati juga menyerahkan bantuan berupa paket sembako dan bahan bangunan kepada para korban. Bantuan itu diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar sekaligus menjadi penopang awal dalam proses perbaikan rumah yang rusak.
Di hadapan warga, Bupati menyampaikan empati dan penguatan. Ia mengajak masyarakat untuk tetap tabah dan tidak kehilangan harapan meski harus menghadapi cobaan berat.
“Semoga setelah bencana ini berlalu, Tuhan memberikan sukacita yang berlimpah kepada Bapak dan Ibu,” ujar Bupati.
Bupati Jonius menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen untuk hadir tidak hanya pada saat bencana terjadi, tetapi juga dalam seluruh proses pemulihan pascabencana. Ia menginstruksikan perangkat daerah terkait agar penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi, sehingga bantuan yang diberikan benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurut Bupati, pendataan dan verifikasi kerusakan menjadi langkah krusial dalam menentukan kebijakan lanjutan. Data yang akurat akan menjadi dasar dalam penyaluran bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi, sekaligus memastikan tidak ada warga terdampak yang terlewatkan.
“Hasil pendataan ini akan menjadi acuan pemerintah daerah dalam mengambil langkah lanjutan, agar setiap bantuan tepat sasaran dan berkeadilan,” tegasnya.
Hingga saat ini, perangkat daerah teknis masih melakukan pendataan jumlah korban serta tingkat kerusakan akibat angin puting beliung di wilayah Tarutung dan Sipoholon. Proses tersebut dilakukan secara bertahap dan menyeluruh untuk mendapatkan gambaran utuh dampak bencana.
Selain fokus pada penanganan pascabencana, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Mengingat kondisi iklim yang masih tidak menentu, warga diminta segera melaporkan kepada aparat setempat apabila terjadi kondisi darurat di lingkungan masing-masing.
Kehadiran Bupati di tengah warga terdampak menjadi penanda bahwa pemerintah daerah tidak membiarkan masyarakat menghadapi bencana sendirian. Di tengah rumah yang rusak dan duka yang masih terasa, kehadiran pemimpin daerah diharapkan mampu menumbuhkan kembali rasa aman, solidaritas, dan optimisme warga untuk bangkit bersama.
Jonaer Silaban










