Dari Balik Jeruji ke Ruang Publik: Warga Binaan Lapas Siborongborong Ikut Benahi Fasilitas Umum

Momentum HBP ke-62 Dorong Pembinaan Berbasis Partisipasi Sosial

Berita, Rutan/Lapas80 Dilihat

SIBORONGBORONG – Selasa 07 April 2026. Ribaknews.id

Di balik status sebagai warga binaan, tersimpan semangat untuk kembali berkontribusi bagi masyarakat. Hal itu terlihat dalam kegiatan bakti sosial yang digelar Lapas Kelas IIB Siborongborong, Selasa (7/4/2026), saat para warga binaan turut ambil bagian membersihkan tribun Lapangan Sepak Bola Mini sebagai bagian dari peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62.

Pendekatan Naratif & Humanis

Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar aksi bersih-bersih. Bagi para warga binaan, keterlibatan langsung di ruang publik merupakan bagian penting dari proses pembinaan dan reintegrasi sosial.

Bersama petugas lapas dan didukung Pemerintah Kecamatan Siborongborong, mereka bekerja bahu-membahu membersihkan area tribun yang sebelumnya tampak kotor dan kurang terawat. Mulai dari menyapu, membersihkan plafon, hingga mengumpulkan dan memilah sampah, seluruh proses dilakukan dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab.

Kepala Lapas Kelas IIB Siborongborong, Herry Hasudungan Simatupang, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendekatan pembinaan yang menitikberatkan pada nilai edukasi dan perubahan perilaku.

“Keterlibatan warga binaan dalam kegiatan sosial seperti ini menjadi sarana pembelajaran nyata, agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan sikap yang lebih positif,” ujarnya.

Transformasi yang terjadi tidak hanya terlihat pada kondisi fisik tribun yang menjadi lebih bersih dan tertata, tetapi juga pada sikap dan partisipasi warga binaan yang menunjukkan komitmen untuk berubah.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari Pemerintah Kecamatan Siborongborong yang menilai langkah tersebut sebagai bentuk nyata sinergi dan kepedulian sosial.

(Human Interest & Reintegrasi)

Pendekatan ini memperlihatkan dimensi yang lebih dalam:

Warga binaan sebagai subjek perubahan, bukan sekadar objek pembinaan

Proses reintegrasi sosial yang dilakukan secara nyata dan bertahap

Pemasyarakatan berbasis humanisme, bukan hanya penegakan aturan

Menghapus stigma, dengan menunjukkan kontribusi positif ke masyarakat

(Closing Reflektif)

Momentum HBP ke-62 menjadi ruang pembuktian bahwa pemasyarakatan tidak hanya berbicara soal pembinaan di dalam tembok, tetapi juga tentang membuka jalan bagi warga binaan untuk kembali diterima melalui kontribusi nyata.

Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *