Dana PEN Taput: Masa Covid -19 Antara Pemulihan Ekonomi dan Pemupukan Proyek

DAERAH, Uncategorized329 Dilihat

Tapanuli Utara. 16 Oktober 2025 Ribaknews.id

Pada masa pandemi Covid-19 2020-2021
Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sejatinya lahir sebagai penyelamat rakyat dari tekanan pandemi COVID-19. Namun di Kabupaten Tapanuli Utara, penggunaan dana PEN justru menimbulkan tanda tanya besar. Alih-alih menggerakkan ekonomi rakyat, program ini dinilai lebih banyak menumpuk proyek fisik yang manfaatnya masih kabur bagi masyarakat.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara di bawah kepemimpinan Bupati Drs. Nikson Nababan, M.Si, memperoleh pinjaman sekitar Rp 326 miliar dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) pada tahun 2021. Tujuannya: mempercepat pemulihan ekonomi daerah melalui pembangunan infrastruktur produktif. Namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar anggaran dialirkan ke proyek jalan, drainase, dan pembangunan fisik lainnya — tanpa indikator jelas terhadap peningkatan ekonomi warga.

Beberapa proyek bahkan disinyalir dikerjakan terburu-buru demi mengejar tenggat pencairan dana. Sejumlah laporan masyarakat dan pemerhati anggaran menilai kualitas pekerjaan di beberapa titik tidak sesuai harapan. Ironisnya, hingga kini tak banyak laporan publik yang bisa diakses mengenai daftar proyek, nilai kontrak, dan capaian hasilnya. Transparansi seolah menjadi barang mewah di tengah derasnya aliran dana pemulihan.

DPRD Taput sempat bersuara keras terhadap kebijakan ini. Beberapa anggota dewan menganggap penggunaan dana PEN tidak memiliki feasibility study yang matang dan minim pengawasan. Namun, suara pengawasan sering kali tenggelam oleh narasi “pembangunan besar-besaran” yang dijadikan pembenaran oleh pihak eksekutif.

Kini, ketika masa jabatan Nikson Nababan telah usai, daerah tetap memikul beban pinjaman tersebut. Infrastruktur memang berdiri, tetapi efek domino terhadap ekonomi rakyat nyaris tak terasa. Para pelaku UMKM, petani, dan buruh harian tetap berjalan di tempat — sementara jalan baru justru menjadi saksi bisu dari janji pemulihan yang tak kunjung pulih.

Pertanyaan besar pun muncul: untuk siapa sebenarnya dana PEN digelontorkan? Untuk rakyat yang terpuruk karena pandemi, atau untuk proyek yang mengharumkan nama penguasa sesaat? Karena pemulihan ekonomi bukan tentang membangun jalan semata, tapi membangun kepercayaan, integritas, dan kesejahteraan nyata bagi rakyat.

Dikutip: Dari Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *