Tapanuli Utara, Selasa 02 Juni 2026.
Ribaknews.id
Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, SH, S.I.K., serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), menggelar dialog langsung dengan masyarakat Desa Siraja Hutagalung, Kecamatan Siatas Barita, Senin (1/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh kekeluargaan itu menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh informasi terkait berbagai program pembangunan yang sedang dan akan dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Jonius T.P. Hutabarat menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menindaklanjuti berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, termasuk aktivitas penambangan pasir yang selama ini dinilai menimbulkan keresahan di sejumlah wilayah.
Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara akan menerbitkan surat edaran terkait larangan aktivitas penambangan pasir di kawasan Sipoholon hingga Pansur Napitu. Kebijakan tersebut akan diperkuat dengan pemasangan plang larangan di sejumlah titik strategis serta kegiatan sosialisasi yang melibatkan aparat kepolisian.
Menurut Bupati, penertiban aktivitas penambangan pasir perlu dilakukan guna menjaga kelestarian lingkungan, melindungi sumber daya alam, serta mencegah dampak negatif yang dapat merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
“Pemerintah hadir untuk memastikan keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan. Karena itu, aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan harus ditertibkan demi kepentingan masyarakat luas,” tegas Bupati.
Selain membahas persoalan lingkungan, pemerintah daerah juga menyampaikan sejumlah program pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pertanian.
Bupati mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah merencanakan pembangunan talang air guna mendukung sistem irigasi pertanian di wilayah tersebut. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan ketersediaan air bagi lahan pertanian sehingga produktivitas petani dapat terus meningkat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap mekanisasi pertanian, pemerintah juga akan memberikan bantuan satu unit traktor kepada Desa Siraja Hutagalung. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu petani dalam mengolah lahan secara lebih efektif dan efisien.
Dalam dialog tersebut, Bupati juga mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan dan menghidupkan budaya gotong royong sebagai kekuatan utama dalam membangun desa dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Gotong royong adalah warisan budaya yang harus terus dijaga. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan dapat diselesaikan dan pembangunan akan berjalan lebih baik,” ujarnya.
Terkait pelayanan air minum, Bupati menjelaskan bahwa saat ini pemerintah sedang melaksanakan pembangunan fasilitas Perusahaan Air Minum (PAM) dengan kapasitas tambahan sebesar 50 liter per detik. Dengan penambahan tersebut, total kapasitas layanan nantinya akan mencapai 100 liter per detik.
Peningkatan kapasitas ini diproyeksikan mampu melayani sekitar 10.000 sambungan rumah yang tersebar di wilayah Sipoholon, Tarutung, dan Siatas Barita. Pemerintah juga memastikan bahwa air yang disalurkan kepada masyarakat telah memenuhi standar kualitas dan aman untuk dikonsumsi.
Bupati menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan air bersih menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah mengingat kebutuhan masyarakat akan akses air bersih yang semakin meningkat.
Melalui dialog langsung bersama masyarakat, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berharap berbagai program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran, sekaligus memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur








