TARUTUNG — Jumat 29 Januari 2026 Ribaknews.id
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng dan Sekretaris Daerah Henry M. M. Sitompul, M.Si, memimpin rapat koordinasi perangkat daerah membahas rencana kerja serta target kinerja tahun 2026. Rapat berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Jumat (30/1/2026).
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya penyeragaman pemahaman dan persepsi arah pembangunan hingga ke seluruh jenjang organisasi perangkat daerah. Penyeragaman tersebut, menurutnya, tidak hanya berhenti pada level kepala dinas, tetapi harus dipahami secara utuh hingga ke kepala bidang dan pejabat teknis.
“Penyeragaman pemahaman ini sangat penting agar percepatan pencapaian program pembangunan dapat berjalan efektif. Kita harus menyamakan persepsi, adaptif terhadap perubahan, dan berani meninggalkan pola pikir lama,” tegas Bupati.
Bupati mengungkapkan bahwa dari total APBD Kabupaten Tapanuli Utara sekitar Rp1,3 triliun, hanya sekitar Rp600 miliar yang dapat dialokasikan untuk kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Kondisi keterbatasan fiskal tersebut menuntut adanya terobosan kebijakan dan pola pembiayaan pembangunan yang lebih inovatif.
Untuk itu, Bupati mendorong seluruh perangkat daerah membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya dengan berbagai pihak, baik sektor swasta, diaspora, program CSR, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.
“Kita harus mendukung penuh kehadiran investor yang ingin mengembangkan usahanya di Kabupaten Tapanuli Utara. Perizinan jangan dipersulit. Kolaborasi adalah kunci percepatan pembangunan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa setiap pimpinan perangkat daerah harus mampu menjadi pemimpin yang inspiratif, inovatif, kreatif, dan solutif. Ia mendorong agar seluruh jajaran tidak terjebak pada rutinitas administratif semata, tetapi berani melakukan terobosan serta mengambil keputusan strategis sesuai kewenangan masing-masing.
“Saya memberi ruang dan kepercayaan untuk menghadirkan ide-ide baru yang berdampak nyata bagi masyarakat. Jangan hanya menunggu arahan,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan target transformasi birokrasi dan peningkatan kualitas ASN, serta memperkenalkan formula kolaborasi pembangunan 20:50:30, yakni 20 persen bersumber dari APBN, 50 persen APBD kabupaten, dan 30 persen APBD provinsi. Menurutnya, formula tersebut hanya dapat terwujud melalui sinergi lintas sektor dan lintas pemerintahan.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng, dalam bimbingan dan arahannya menekankan pentingnya penguatan koordinasi lintas perangkat daerah, pemanfaatan teknologi informasi dan kecerdasan buatan (AI), serta peningkatan kapasitas ASN melalui pelatihan berkelanjutan dan penguatan literasi digital.
Dalam rapat tersebut, Dinas PUPR, Dinas Sosial, dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) memaparkan rencana kegiatan dan target kinerja tahun 2026. Rapat koordinasi ini menjadi bagian dari pra-rakor strategis Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara dalam mendorong transformasi, akselerasi, dan kolaborasi pembangunan menuju Taput yang maju dan sejahtera, didukung ASN yang unggul, adaptif, dan berorientasi pada hasil nyata bagi masyarakat.
Diterbitkan Media Ribaknews.id
Joaner Silaban








