Tarutung — Senin 05 Januari 2026 Ribaknews.id
Apel pagi gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) se-Kabupaten Tapanuli Utara yang digelar di Lapangan Serbaguna Tarutung, Senin (5/1/2026), berubah menjadi forum evaluasi terbuka kinerja birokrasi. Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., secara tegas menyoroti fenomena ASN yang dinilai hadir secara administratif, namun minim produktivitas kerja.
Didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST., M.Eng., Bupati menegaskan bahwa kehadiran fisik ASN tidak boleh berhenti pada presensi semata. Ia bahkan menyinggung praktik yang dikenal dengan istilah “7-0-3”, yakni datang pukul 7 pagi untuk presensi, tidak terlihat sepanjang jam kerja, lalu kembali muncul pukul 3 sore untuk presensi pulang.
“Masih banyak yang datang apel, lalu tidak bekerja secara produktif. Baik saja tidak cukup. Produktivitas harus jelas. Kerjakan dari hati, bekerja keras dan bekerja cerdas,” tegas Bupati di hadapan seluruh ASN.
Apel gabungan ini digelar pada momentum penting, yakni pasca berakhirnya masa tanggap darurat bencana. Bupati menyampaikan bahwa tiga bulan ke depan Kabupaten Tapanuli Utara memasuki fase rehabilitasi dan rekonstruksi (rekon), sehingga peran ASN menjadi sangat krusial dalam memastikan pemulihan berjalan tepat sasaran.
Menurutnya, masih banyak dampak bencana yang belum terdata secara menyeluruh, terutama yang menyentuh sektor ekonomi masyarakat. Ia mencontohkan petani yang mengalami gagal panen, penurunan harga komoditas pertanian, hingga kebutuhan dasar masyarakat seperti sandang, pangan, dan papan yang belum sepenuhnya terpetakan.
“Bapak ibu harus aktif berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga. Jangan sampai ada data yang tertinggal. Kita perlu mendata ulang secara akurat, khususnya dampak yang tidak kasat mata,” ujarnya.
Selain soal kinerja ASN, Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas perangkat daerah. Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) meninggalkan ego sektoral dan bekerja secara sinergis, sebagaimana yang telah dilakukan saat penanganan bencana sebelumnya.
Dalam arahannya, Bupati turut memaparkan agenda reformasi pelayanan publik. Salah satu target utama tahun 2026 adalah pembentukan Mall Pelayanan Publik (MPP) di Tapanuli Utara. Kehadiran MPP diharapkan dapat memangkas birokrasi, mempercepat pelayanan, dan memudahkan masyarakat dalam mengakses berbagai layanan pemerintahan.
“Pelayanan harus tanggap dan responsif, mulai dari kecamatan, kesehatan, sosial, hingga perizinan. Kita ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah,” katanya.
Di bidang lingkungan, Bupati mengumumkan rencana perubahan pola pengelolaan kebersihan. Ke depan, pengurusan sampah dan petugas kebersihan akan dikoordinasikan langsung oleh kecamatan, bukan lagi terpusat di Dinas Lingkungan Hidup. Kebijakan ini diambil untuk mempercepat penanganan kebersihan kota dan memperpendek jalur koordinasi.
Ia juga menginstruksikan seluruh kantor pemerintahan agar menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan kerja. Setiap kantor diminta memiliki taman dan bunga sebagai bagian dari budaya kerja yang tertib dan melayani.
Sementara itu, Wakil Bupati Tapanuli Utara memberikan apresiasi kepada petugas pemadam kebakaran yang dinilai sigap dan responsif saat masyarakat membutuhkan bantuan. Namun ia mengingatkan bahwa masih banyak tugas yang perlu dikembangkan, khususnya terkait pengelolaan sampah dan penguatan pelayanan dasar masyarakat.
Menutup arahannya, Bupati mengajak seluruh ASN menjadikan awal tahun sebagai momentum refleksi dan pembenahan diri. Ia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat secara aktif dalam pembangunan daerah.
“Mari kita sambut tahun baru dengan semangat baru, bekerja lebih disiplin, lebih produktif, demi Tapanuli Utara yang maju dan berbudaya,” pungkasnya.
Jonaer Silaban













