Minggu 29 Maret 2026, Medan, Ribaknews.id
Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat bersama Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat menghadiri Ibadah Kebaktian sekaligus Penutupan Sinode ke-65 Huria Kristen Indonesia (HKI) serta Pelantikan Ephorus periode 2026–2031 yang berlangsung di Gereja HKI Resort Khusus Medan Kota, Minggu (29/3/2026).
Kehadiran Bupati Taput dalam forum gerejawi tertinggi ini menjadi simbol kuat dukungan pemerintah terhadap kehidupan keagamaan sebagai fondasi pembangunan sosial. Sinode ke-65 HKI sendiri merupakan momentum strategis dalam menentukan arah pelayanan gereja lima tahun ke depan.
Dalam hasil persidangan sinode, ditetapkan Tony L. Hutagalung sebagai Ephorus dan Dormen Pasaribu sebagai Sekretaris Jenderal. Keduanya akan memimpin HKI periode 2026–2031 bersama jajaran Majelis Pusat dan perangkat organisasi lainnya.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual, dipimpin oleh K. Simorangkir sebagai pendeta tertua. Momen ini menegaskan kesinambungan tradisi gereja sekaligus regenerasi kepemimpinan yang terstruktur.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tapanuli Utara menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan sinode yang berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh hikmat. Ia menilai, sinode bukan hanya forum organisasi, tetapi juga ruang refleksi iman dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.
“Sinode ini menjadi bukti bahwa gereja memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai spiritual,” ujar Bupati.
Bupati juga menyampaikan ucapan selamat kepada Ephorus dan seluruh pimpinan HKI yang baru dilantik. Ia berharap kepemimpinan yang baru mampu membawa HKI semakin maju, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta terus menjadi berkat bagi masyarakat luas.
Menurutnya, gereja memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama dalam pembinaan moral, etika, dan karakter masyarakat. Kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dinilai menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas sosial yang berkelanjutan.
Sementara itu, dalam khotbahnya, Ephorus HKI Tony L. Hutagalung menekankan bahwa setiap orang percaya dipanggil untuk hidup dalam persekutuan yang mencerminkan kasih Kristus. Ia mengingatkan bahwa Injil harus menjadi pengikat utama di tengah berbagai perbedaan yang ada.
“Perjalanan iman adalah proses untuk semakin mengenal Kristus. Dalam setiap tantangan, gereja harus tetap berpegang pada Injil sebagai dasar kehidupan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kerendahan hati, ketaatan, serta menghadirkan buah-buah roh dalam kehidupan sehari-hari, seperti kasih, damai sejahtera, dan sukacita. Nilai-nilai ini dinilai penting dalam membangun masyarakat yang rukun dan berkeadaban.
Di akhir rangkaian acara, Bupati Tapanuli Utara bersama Ketua TP PKK menerima cenderamata berupa ulos dari Ephorus dan panitia. Pemberian ulos tersebut menjadi simbol penghormatan sekaligus memperkuat nilai kekerabatan dalam budaya Batak.
Momentum ini menegaskan bahwa hubungan antara gereja, budaya, dan pemerintah tetap menjadi pilar utama dalam membangun kehidupan masyarakat di Tapanuli Utara. Kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan keagamaan seperti ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga merupakan bentuk komitmen dalam menjaga harmoni sosial dan spiritual.
Dengan berakhirnya Sinode ke-65 HKI, diharapkan kepemimpinan baru mampu membawa gereja semakin relevan dalam menghadapi dinamika zaman, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam pembangunan daerah berbasis nilai-nilai iman dan budaya.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur










