Bupati Humbang Hasundutan Sampaikan Ucapan Imlek, Tekankan Kebersamaan dan Toleransi

Berita, DAERAH298 Dilihat

HUMBANG HASUNDUTAN – Ribaknews.id

Selasa 17 Febuari 2026

Bupati Oloan Paniaran Nababan menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili kepada masyarakat yang merayakan, khususnya di Kabupaten Humbang Hasundutan. Dalam pesannya, ia mengajak seluruh warga menjadikan momentum Imlek sebagai penguat semangat persaudaraan dan kebersamaan di tengah keberagaman.

Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada umat yang merayakan Tahun Baru Imlek. Bupati berharap tahun yang baru membawa kesehatan, kebahagiaan, keberkahan, serta kesuksesan bagi seluruh masyarakat.

“Kiranya semangat Imlek membawa kedamaian dan semakin mempererat toleransi di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan daerah kita,” demikian pesan yang disampaikan.

Momentum hari besar keagamaan, menurutnya, bukan hanya perayaan bagi komunitas tertentu, tetapi juga kesempatan bersama untuk memperkuat harmoni sosial. Ia menekankan bahwa keberagaman yang ada di Humbang Hasundutan merupakan bagian dari identitas daerah yang patut dijaga.

Secara sosial, masyarakat Humbang Hasundutan selama ini dikenal hidup berdampingan dalam suasana yang relatif kondusif. Interaksi antarwarga berlangsung dalam kegiatan sehari-hari seperti pendidikan, pelayanan publik, dan aktivitas ekonomi tanpa sekat yang mencolok.

Ucapan Bupati tersebut pun mendapat tanggapan positif dari sejumlah tokoh masyarakat. Mereka menilai pesan yang disampaikan mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersamaan lintas agama.

Salah satu tokoh masyarakat di Doloksanggul menyebut bahwa perhatian terhadap hari besar keagamaan menjadi simbol penghargaan terhadap seluruh elemen warga. “Hal seperti ini penting untuk menjaga rasa saling menghormati,” ujarnya.

Di sisi lain, penguatan toleransi juga dilakukan melalui koordinasi dengan tokoh agama dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). Forum ini menjadi ruang dialog ketika terdapat isu sosial yang perlu dibahas bersama, sekaligus wadah membangun komunikasi lintas keyakinan.

Pemerintah daerah juga secara rutin hadir dalam berbagai kegiatan keagamaan, baik sebagai bentuk dukungan moral maupun koordinasi penyelenggaraan. Kehadiran tersebut dinilai sebagai wujud komitmen menjaga stabilitas sosial dan rasa aman masyarakat.

Dalam konteks pembangunan daerah, stabilitas dan kerukunan menjadi modal penting. Kehidupan sosial yang harmonis menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan.

Pengamat sosial lokal menilai bahwa konsistensi komunikasi dan tindakan menjadi kunci menjaga kepercayaan publik. Pesan persatuan yang disampaikan dalam momentum Imlek diharapkan selaras dengan kebijakan dan pelayanan publik yang inklusif.

“Ucapan adalah pengingat nilai bersama. Yang terpenting adalah bagaimana nilai itu diwujudkan dalam praktik sehari-hari,” ujarnya.

Ke depan, masyarakat berharap dialog lintas agama terus diperkuat, khususnya melibatkan generasi muda. Pendidikan toleransi sejak dini dinilai penting agar semangat saling menghormati tumbuh sebagai budaya, bukan sekadar respons terhadap momentum tertentu.

Dengan pesan Imlek yang disampaikan, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kedamaian dan mempererat persaudaraan. Di tengah dinamika sosial yang terus berkembang, komitmen terhadap kebersamaan dinilai menjadi fondasi utama bagi kemajuan daerah.

Momentum Tahun Baru Imlek pun menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah perbedaan yang memisahkan, melainkan kekuatan yang menyatukan dalam semangat gotong royong dan saling menghormati.

Diterbitkan Media Ribak News
Penulis: Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *