Humbang Hasundutan, Kamis 16 April 2026. Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH, MH, menunjukkan kepedulian dan empati pemerintah daerah dengan melayat langsung ke rumah duka korban bencana alam tersambar petir, almarhum A. Sianturi (76), di Desa Lumban Barat, Kecamatan Paranginan, Kamis (16/4/2026). Kunjungan tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang berduka akibat musibah yang tidak terduga.
Kedatangan Bupati bersama rombongan disambut oleh keluarga besar almarhum serta warga sekitar yang turut berbelasungkawa. Suasana haru menyelimuti rumah duka, mengingat almarhum dikenal sebagai sosok kepala keluarga yang telah meninggalkan seorang istri, br. Sigalingging, enam orang anak, serta sejumlah cucu. Kehilangan ini tidak hanya dirasakan oleh keluarga inti, tetapi juga oleh masyarakat sekitar yang mengenal almarhum sebagai pribadi yang baik dan bersahaja.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Humbahas menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah turut merasakan kehilangan yang dialami keluarga dan berharap agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan, kami menyampaikan turut berdukacita yang sedalam-dalamnya. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan penghiburan dalam menghadapi situasi ini,” ujar Bupati.
Selain menyampaikan belasungkawa, Bupati juga menyerahkan bantuan kepada keluarga korban sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap warga yang tertimpa musibah. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban keluarga, terutama dalam masa-masa sulit pascakejadian. Langkah ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan respons cepat terhadap setiap peristiwa bencana yang terjadi di wilayahnya.
Kunjungan tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga mencerminkan pendekatan humanis dalam tata kelola pemerintahan. Kehadiran langsung kepala daerah dinilai mampu memberikan penguatan moral dan psikologis bagi keluarga korban, sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Dari sisi kebencanaan, peristiwa tersambar petir yang menimpa korban merupakan bagian dari risiko bencana hidrometeorologi yang kerap terjadi, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi seperti Kabupaten Humbang Hasundutan. Kondisi geografis dan cuaca yang dinamis membuat potensi sambaran petir menjadi ancaman nyata, khususnya bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan.
Dalam konteks ini, kehadiran pemerintah tidak hanya penting pada saat penanganan pascabencana, tetapi juga dalam upaya mitigasi dan edukasi kepada masyarakat. Peningkatan kesadaran akan bahaya sambaran petir, termasuk langkah-langkah pencegahan sederhana, menjadi hal yang perlu terus disosialisasikan guna meminimalisir risiko kejadian serupa di masa mendatang.
Mewakili keluarga korban, A. Rotua Sianturi menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Bupati Humbahas dan rombongan. Ia mengaku kehadiran langsung pemerintah daerah memberikan kekuatan tersendiri bagi keluarga yang sedang berduka.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan kepedulian Bapak Bupati beserta rombongan. Kehadiran ini menjadi penghiburan bagi kami di tengah duka yang mendalam,” ujarnya.
Ia juga berharap agar kejadian serupa tidak kembali terulang di wilayah tersebut, serta mengajak masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam, khususnya yang berkaitan dengan kondisi cuaca ekstrem.
Kunjungan Bupati ini menjadi wujud nyata bahwa pemerintah daerah tidak hanya hadir dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial dan kemanusiaan kepada masyarakat. Pendekatan yang mengedepankan empati dan kehadiran langsung di tengah masyarakat diharapkan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah, sekaligus menciptakan rasa kebersamaan dalam menghadapi setiap tantangan dan musibah.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur








