Bupati Humbahas Lantik Pengurus DKD 2025–2028: Seni dan Budaya Jadi Pilar Pembangunan Daerah

Pemkab Humbahas Dorong Sinergi Seniman dan Pemerintah Majukan Kebudayaan Lokal

Berita, DAERAH156 Dilihat

HUMBANG HASUNDUTAN — Senin 10 November 2025 Ribaknews.id

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, SH., MH., resmi melantik pengurus Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kabupaten Humbang Hasundutan periode 2025–2028 di Pendopo Bukit Inspirasi Doloksanggul, Senin (10/11/2025).
Pelantikan ini dihadiri oleh Anggota DPRD Sumatera Utara Lambok Simamora, SE, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah tokoh seniman dan budayawan.

Badan Pengurus Harian DKD yang dilantik yaitu Salomo Sianturi, S.Sn (Ketua), Elkando Purba, S.Sn (Sekretaris), dan Desima Pasaribu (Bendahara).
Mereka diharapkan menjadi motor penggerak baru bagi kemajuan seni, budaya, dan ekonomi kreatif di Humbang Hasundutan.

Langkah Strategis Pemerintah Daerah

Dalam sambutannya, Bupati Oloan Nababan menegaskan bahwa pelantikan DKD adalah langkah strategis pemerintah dalam upaya mendorong kemajuan seni dan budaya sebagai pilar pembangunan daerah.
“Seni dan budaya adalah identitas daerah, cerminan kepribadian masyarakat, serta sumber inspirasi dalam membangun kehidupan yang berkarakter dan beradab,” ucapnya.

Bupati menyebut kehadiran DKD sangat dibutuhkan sebagai penggerak, pelindung, sekaligus wadah bagi tumbuhnya kreativitas dan ekspresi budaya masyarakat.
Ia berharap terbentuknya DKD akan melahirkan berbagai program nyata seperti pengembangan seni pertunjukan, seni rupa, sastra, musik, tari, hingga pelestarian kesenian tradisional yang menjadi kebanggaan Humbang Hasundutan.

“Budaya dan seni harus kita lestarikan di Humbang Hasundutan ini. Para pengurus harus ikut berperan aktif memajukan seni dan budaya. Semoga dapat menjalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab, dan teruslah berkarya untuk kemajuan daerah kita,” tegas Oloan.

Sinergi Antara Seniman dan Pemerintah

Pelantikan DKD juga menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memperkuat sinergitas antara pemerintah daerah, seniman, dan masyarakat dalam pengembangan kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Menurut Plt Kadis Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Humbahas, Dina V.W.O Simamora, terbentuknya DKD diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam melaksanakan program pemajuan kebudayaan berbasis kearifan lokal.

“DKD harus menjadi wadah yang mampu menjembatani seniman dengan pemerintah, sehingga lahir program kolaboratif yang nyata di lapangan.
Kami akan mendukung dengan kebijakan dan fasilitas, termasuk penyusunan agenda festival seni daerah tahun 2026, pembinaan seniman muda, dan promosi seni budaya lokal,” terang Dina.

Ia menambahkan, ke depan DKD bersama Disparpora akan menyusun rencana kerja kolaboratif, dengan menitikberatkan pada pemberdayaan pelaku seni, pelestarian warisan budaya Batak, serta digitalisasi karya seni agar dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Dorongan Politik dan Harapan untuk Generasi Muda

Sementara itu, Anggota DPRD Sumut, Lambok Simamora, SE, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terbentuknya DKD Humbahas.
Ia menyebut pelantikan ini sebagai kesempatan emas bagi generasi muda untuk meningkatkan, memajukan, serta mempromosikan seni dan budaya daerah.

“Banyak potensi seni budaya dan pariwisata di Humbang Hasundutan yang perlu digali. DKD harus berperan aktif untuk mengangkat potensi tersebut.
Kita tidak boleh kalah bersaing dengan daerah lain. Seni dan budaya harus menjadi kebanggaan sekaligus kekuatan ekonomi daerah,” ujar Lambok menegaskan.

Lambok juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah dan dunia pendidikan untuk mendorong lahirnya seniman muda yang kreatif dan inovatif, agar nilai budaya Batak dapat diwariskan dengan cara yang relevan dengan zaman.

Kebudayaan Sebagai Fondasi Pembangunan Berkarakter

Pelantikan DKD ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan untuk membangun daerah tidak hanya dari sisi infrastruktur, tetapi juga karakter dan jati diri masyarakat.
Melalui DKD, pemerintah ingin menghidupkan kembali semangat berkesenian yang sempat meredup, sekaligus menciptakan ruang ekspresi bagi seniman lokal.

Seni dan budaya diyakini akan menjadi modal sosial dan daya tarik wisata.
Dengan dukungan penuh dari Bupati, DPRD, dan perangkat daerah, DKD Humbahas berpotensi menjadi lembaga kultural produktif yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di kawasan Tapanuli Raya.

Menuju Humbang Hasundutan Berbudaya dan Kreatif

Dengan pelantikan ini, DKD Humbang Hasundutan periode 2025–2028 memiliki tantangan besar sekaligus peluang emas untuk memperkuat identitas budaya daerah, memperluas jejaring kerja sama lintas kabupaten dan provinsi, serta menjadi bagian penting dari ekosistem seni nasional.

Jika sinergi antara pemerintah dan komunitas seni berjalan baik, Humbang Hasundutan berpotensi menjelma menjadi pusat budaya Batak modern — daerah yang maju dalam pembangunan, namun tetap kokoh menjaga nilai-nilai luhur leluhur.

“Dengan semangat kebersamaan, mari kita jadikan Humbang Hasundutan sebagai kabupaten yang maju dalam keindahan budaya, kuat dalam kearifan lokal, dan kaya karya seni,” tutup Bupati Oloan Nababan.

(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *