DOLOKSANGGUL, Kamis 18 Juni 2026.
Ribaknews.id
Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Khusus Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) secara virtual dari Jakarta, Kamis (18/6/2026). Pada saat yang sama, Sekretaris Daerah Humbang Hasundutan, Chiristison Rudianto Marbun, mengikuti rakor dari Medan.
Di Kantor Bupati Humbahas, kegiatan tersebut turut diikuti Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan, Perekonomian, dan Pembangunan Parman Lumban Gaol, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Eliapzan Sihotang, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sabar H. Purba, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Andi Sihombing, Kepala Pelaksana BPBD Bernard Maori Simamora, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jerry Silitonga.
Rapat koordinasi bertema “Bersinergi untuk Negeri Menghadapi El Nino 2026 dan 2027” itu dipimpin Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. Dalam pertemuan tersebut ditegaskan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengantisipasi serta mengendalikan potensi kebakaran hutan dan lahan di tengah ancaman perubahan iklim dan fenomena El Nino.
Pemerintah pusat mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar segera mengambil langkah-langkah strategis, mulai dari menetapkan status siaga darurat bencana Karhutla, memperkuat upaya pencegahan, memastikan kesiapan sumber daya manusia, serta menjamin ketersediaan sarana dan prasarana pendukung penanggulangan bencana.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta terus meningkatkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, mengingat praktik tersebut berpotensi memicu kebakaran yang berdampak luas terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Dalam rakor tersebut ditegaskan bahwa dampak Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan ekosistem dan pencemaran udara, tetapi juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan serta kerugian sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, pengendalian Karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan guna menghadapi tantangan krisis iklim dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis: Jonaer Silaban. S, Pd














