Bupati Humbahas dan DPRD Dorong Ketahanan Pangan Melalui Penanaman Kentang di Desa Pakkat

Kolaborasi Pemda, DPRD, dan Bumdes Wujudkan Ekonomi Desa Berkelanjutan

Humbang Hasundutan – Kamis 13 November 2025 Ribaknews.id

Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., bersama Anggota DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan Tomos Pangkiriman Purba melakukan penanaman benih kentang di lahan pertanian Bumdes Sipalakki Makmur, Desa Pakkat, Kecamatan Doloksanggul, Kamis (13/11/2025).

Kegiatan ini menjadi simbol penguatan ketahanan pangan daerah sekaligus langkah nyata Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam mendorong kemandirian ekonomi pedesaan melalui optimalisasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes).

Bumdes Jadi Garda Ketahanan Pangan

Dalam sambutannya, Bupati Oloan Nababan menegaskan bahwa Bumdes Sipalakki Makmur telah mengambil peran penting dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya komoditas kentang di wilayah Humbahas.
“Dengan penanaman benih kentang ini, Bumdes ikut menjaga ketersediaan komoditi kentang, mendukung program swasembada pangan, serta meningkatkan pemberdayaan masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebatas proyek pertanian musiman, melainkan harus menjadi program berkelanjutan dan berkesinambungan.
“Harapan kita, penanaman ini terus dilakukan secara konsisten agar mampu meningkatkan pendapatan Bumdes dan kesejahteraan masyarakat Desa Pakkat,” tegasnya.

DPRD Soroti Harga Panen dan Akses Pasar Petani

Sementara itu, Anggota DPRD Humbahas, Tomos Pangkiriman Purba, mengapresiasi inisiatif Bumdes dan pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pertanian. Ia menyoroti bahwa permasalahan utama yang sering dialami petani bukan pada hasil tanam, tetapi pada fluktuasi harga saat panen.

“Kita bangga dengan kerja keras Bumdes. Namun sering kali petani rugi karena harga anjlok ketika panen tiba. Biaya pengolahan tidak sebanding dengan hasil penjualan,” ujarnya.

Tomos juga mendorong agar hasil pertanian Desa Pakkat bisa diserap oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hasil sayur-mayur dan kentang dari sini bisa menjadi pasokan bahan untuk program MBG. Jadi bukan hanya ekonomi yang tumbuh, tapi juga gizi masyarakat meningkat,” tambahnya.

Bupati Tindak Cepat, Hubungi Yayasan Holong Ondolan Indonesia Emas

Menanggapi masukan dari Tomos, Bupati Humbahas menunjukkan kepemimpinan yang cepat dan tanggap. Di hadapan para petani, ia langsung menghubungi Ketua Yayasan Holong Ondolan Indonesia Emas, Dr. Hendri Tumbur Simamora, untuk menjajaki kemitraan pemasaran hasil pertanian Bumdes.

Dalam percakapan itu, pihak Yayasan menyatakan siap menampung hasil panen Bumdes Sipalakki Makmur sebagai bahan kebutuhan program MBG. Langkah cepat ini menjadi bukti nyata komitmen Bupati Oloan Nababan dalam menjembatani potensi ekonomi rakyat dengan jejaring sosial dan kelembagaan nasional.

Sinergi Tiga Pilar Pembangunan Desa

Kegiatan penanaman kentang ini menggambarkan sinergi kuat antara eksekutif (Bupati), legislatif (DPRD), dan lembaga ekonomi rakyat (Bumdes). Kolaborasi ini menjadi model pembangunan berbasis desa yang patut ditiru.

Selain memperkuat ketahanan pangan, kegiatan ini juga:

Mendorong tumbuhnya ekonomi sirkular di tingkat lokal,

Membuka peluang kerja bagi masyarakat desa,

Menstabilkan rantai pasok pangan daerah, dan

Menunjukkan kepemimpinan responsif Bupati Humbahas dalam menghubungkan potensi lokal dengan program nasional.

Dengan semangat gotong royong dan dukungan penuh semua pihak, Desa Pakkat kini menjadi contoh konkret bagaimana pertanian desa bisa naik kelas dan menjadi penggerak ekonomi Humbang Hasundutan.

✍️ Redaksi:
ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *