DOLOKSANGGUL – Senin 13 April 2026. Ribaknews.id
Panitia Pesta Pembangunan Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Sibaganding Ressort Exaudi, Daerah IX Humbang Hasundutan, melakukan audiensi dengan Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, Senin (13/4/2026) di Kantor Bupati Humbahas. Pertemuan ini menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga keagamaan dan pemerintah daerah dalam pembangunan berbasis nilai spiritual dan sosial.
Pesta pembangunan Gereja HKI Sibaganding yang berlokasi di Desa Nagasaribu IV, Kecamatan Lintongnihuta dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026. Kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan, melainkan bagian dari proses panjang pembangunan infrastruktur rumah ibadah yang melibatkan partisipasi aktif jemaat.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Praeses HKI Distrik IX Humbang Hasundutan, Goodman Tampubolon, yang memberikan dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan gereja sekaligus penguatan pelayanan kepada jemaat di wilayah tersebut.
Ketua Panitia Pembangunan Gereja (PPG), Manumpak Nababan, dalam pemaparannya menjelaskan bahwa progres pembangunan gedung gereja telah menunjukkan capaian signifikan, meskipun masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dari sisi pembiayaan dan penyelesaian akhir konstruksi. Ia menegaskan bahwa pesta pembangunan nantinya menjadi sarana konsolidasi jemaat sekaligus penggalangan dukungan untuk penyempurnaan pembangunan.
“Semangat gotong-royong jemaat menjadi kekuatan utama kami. Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah agar pembangunan ini dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” ujar Manumpak.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Humbahas, Oloan Paniaran Nababan, didampingi Sekretaris Daerah Chiristison Rudianto Marbun serta sejumlah pimpinan perangkat daerah, menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan semangat kebersamaan yang ditunjukkan jemaat HKI Sibaganding.
Menurutnya, pembangunan rumah ibadah memiliki dimensi yang lebih luas dibanding sekadar pembangunan fisik. Gereja, dalam konteks sosial, berfungsi sebagai pusat pembinaan moral, penguatan nilai spiritual, serta wadah mempererat solidaritas antarwarga.
“Pemerintah daerah sangat menghargai upaya masyarakat dalam membangun rumah ibadah secara mandiri. Ini menunjukkan bahwa nilai gotong-royong masih menjadi kekuatan utama dalam kehidupan sosial masyarakat Humbahas,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam menciptakan pembangunan yang harmonis dan berkelanjutan. Kolaborasi ini dinilai mampu memperkuat stabilitas sosial, sekaligus menjadi fondasi dalam mendorong kemajuan daerah berbasis nilai-nilai kearifan lokal.
Secara sosiologis, pembangunan gereja seperti HKI Sibaganding juga mencerminkan dinamika partisipasi masyarakat dalam pembangunan daerah. Keterlibatan aktif jemaat menunjukkan adanya kesadaran kolektif yang tinggi terhadap pentingnya fasilitas keagamaan sebagai pusat pembentukan karakter dan identitas komunitas.
Selain itu, momentum pesta pembangunan yang akan digelar pada 26 April 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga sebagai ruang konsolidasi lintas elemen masyarakat. Kegiatan ini berpotensi memperkuat jejaring sosial, meningkatkan solidaritas, serta mempererat hubungan antara masyarakat dan pemerintah.
Di tengah tantangan pembangunan daerah, pendekatan kolaboratif seperti ini dinilai efektif dalam menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah tidak hanya hadir sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bersama.
Dengan adanya dukungan dari pemerintah daerah, diharapkan pembangunan Gereja HKI Sibaganding dapat segera rampung dan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang representatif bagi jemaat di Kecamatan Lintongnihuta dan sekitarnya.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Penulis/Redaktur













