DOLOKSANGGUL | Rabu 16 Juni 2026.
Ribaknews.id
Sosok AKP Hitler Hutagalung, S.H., M.H. dikenal sebagai perwira reserse yang aktif menangani berbagai tindak kriminal di wilayah hukum Polres Humbang Hasundutan. Namun, di balik tugasnya sebagai Kasat Reskrim Polres Humbahas, perwira polisi berusia 48 tahun itu juga konsisten mengabdikan diri dalam upaya pelestarian lingkungan hidup melalui gerakan pengelolaan sampah plastik yang telah dirintisnya sejak menjabat Kapolsek Pahae Jae, Kabupaten Tapanuli Utara.
Berawal dari keprihatinannya melihat tumpukan sampah plastik yang mencemari lingkungan dan berpotensi mengganggu kelestarian kawasan Danau Toba, AKP Hitler Hutagalung memilih untuk tidak sekadar mengimbau masyarakat. Ia mencari solusi nyata dengan mempelajari pengelolaan limbah plastik, bahkan mendatangi Bekasi untuk mendalami proses daur ulang dari hulu hingga hilir dari praktisi daur ulang Muhammad Baedowy.
Sepulang dari sana, bersama Aksata Tapanuli Community, ia menggagas Aksi Kelola Sampah Kita (AKSATA). Sejak Oktober 2024, gerakan tersebut mulai mengumpulkan, memilah, hingga mencacah botol plastik menjadi bahan baku daur ulang yang memiliki nilai ekonomi.
Botol plastik yang dikumpulkan dari masyarakat dibeli dengan harga sekitar Rp2.500 per kilogram. Proses pencacahan dilakukan di gudang sederhana di Desa Silando, Kabupaten Tapanuli Utara. Hasilnya berupa cacahan plastik yang siap dipasarkan kembali sebagai bahan baku industri daur ulang.
“Kita tidak bisa hanya menunggu orang lain bergerak. Solusi lingkungan harus dimulai dari lingkungan sendiri,” ujar AKP Hitler Hutagalung.
Tidak hanya fokus pada persoalan lingkungan, mantan Kapolsek Pahae Jae tersebut juga menanamkan kepedulian terhadap generasi muda melalui konsep “Duit Ajar”. Ia melibatkan kedua putrinya dalam kegiatan memilah sampah rumah tangga sebagai sarana pendidikan karakter, tanggung jawab, sekaligus memperkenalkan nilai ekonomi dari pengelolaan sampah.
Meski kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kasat Reskrim Polres Humbang Hasundutan, gerakan yang dirintisnya tetap berjalan. Aktivitas pengumpulan dan pengolahan sampah plastik bahkan mulai melibatkan masyarakat di Kecamatan Muara dan Siborongborong.
Bagi AKP Hitler Hutagalung, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Terlebih kawasan Danau Toba yang menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional membutuhkan kesadaran kolektif agar tetap bersih dan lestari.
Ia berharap gerakan pengelolaan sampah plastik tersebut dapat berkembang lebih jauh melalui dukungan berbagai pihak, sehingga tidak hanya berhenti pada tahap pencacahan, tetapi juga mampu menghasilkan produk daur ulang yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat.
Konsistensinya dalam memberantas kejahatan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan menjadikan AKP Hitler Hutagalung dikenal bukan hanya sebagai perwira anti kejahatan, tetapi juga sosok yang terus berupaya membangun kesadaran lingkungan hidup dan ekonomi sirkular di kawasan Danau Toba.
Diterbitkan Media Ribak News ID
Reporter : Jonaer Silaban. S, Pd










