Ajub Suratman Tinjau Rutan Balige: Tekankan Profesionalisme dan Pelayanan Humanis

DAERAH, Uncategorized251 Dilihat

ribaknews.id

Balige, Rabu 17 September 2025

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara mendapat kunjungan kerja dari Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Ahli Utama Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas), Ajub Suratman, Rabu (17/9). Kunjungan ini bertujuan memberikan pengarahan terkait tugas dan fungsi pemasyarakatan sekaligus meninjau langsung sejumlah fasilitas pelayanan dan pembinaan yang ada di Rutan Balige.

Sambutan hangat dan peninjauan fasilitas

Kedatangan Ajub Suratman disambut langsung oleh Kepala Rutan Balige, David Nicolas, bersama pejabat struktural dan jajaran petugas. Rombongan kemudian berkeliling meninjau sejumlah fasilitas penting yang menjadi penopang pelayanan pemasyarakatan, di antaranya ruang pendaftaran kunjungan, blok hunian warga binaan, perpustakaan keliling (Pusling), dapur sehat, sarana asimilasi dan edukasi (SAE), hingga klinik kesehatan.

Setiap fasilitas mendapat penjelasan singkat dari pejabat terkait mengenai fungsi dan pemanfaatannya. Ajub Suratman tampak memberi perhatian khusus pada program pembinaan berbasis keterampilan dan edukasi, termasuk keberadaan dapur sehat dan Pusling yang dinilai sebagai sarana penting membentuk pola hidup sehat serta meningkatkan wawasan warga binaan.

Arahan: Profesionalisme dan integritas harga mati

Dalam arahannya kepada seluruh jajaran, Ajub Suratman menegaskan bahwa tugas pemasyarakatan tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga membina warga binaan agar siap kembali ke masyarakat. Untuk itu, ia menekankan tiga poin utama yang harus dijaga seluruh petugas: profesionalisme, integritas, dan kedisiplinan.

“Pelayanan pemasyarakatan harus dilakukan dengan pendekatan humanis, tanpa mengurangi aspek keamanan dan ketertiban. Profesionalisme dan integritas adalah harga mati. Kita dituntut melayani dengan hati, sekaligus menjaga wibawa institusi,” tegas Ajub Suratman dalam arahannya.

Ia juga mengingatkan agar jajaran petugas terus meningkatkan sinergi, baik di internal maupun dengan pemangku kepentingan eksternal, seperti pemerintah daerah, lembaga kesehatan, dan komunitas pendidikan. Hal ini diperlukan agar program pembinaan yang berjalan di Rutan Balige benar-benar memberi manfaat nyata bagi warga binaan.

Apresiasi dan komitmen Rutan Balige

Menanggapi kunjungan tersebut, Kepala Rutan Balige, David Nicolas, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih. Menurutnya, arahan yang diberikan akan menjadi pedoman bagi seluruh jajaran dalam meningkatkan mutu pelayanan.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dari Ditjenpas melalui kunjungan Pak Ajub. Arahan yang disampaikan menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi. Komitmen kami adalah memberikan pelayanan yang humanis sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban sebagai prioritas utama,” ujar David.

David menambahkan, Rutan Balige saat ini terus berupaya memperkuat berbagai program pembinaan, mulai dari kegiatan keagamaan, pelatihan keterampilan, hingga program asimilasi dan edukasi. Semua diarahkan untuk mempersiapkan warga binaan agar mampu kembali ke masyarakat dengan lebih produktif.

Konteks: Kapasitas dan tantangan

Rutan Kelas IIB Balige merupakan salah satu unit pelaksana teknis (UPT) di bawah Ditjen Pemasyarakatan yang memiliki peran strategis di kawasan Toba. Seperti halnya rutan lain di Indonesia, tantangan utama yang dihadapi adalah jumlah penghuni yang kerap melebihi kapasitas serta keterbatasan sumber daya.

Meskipun demikian, berbagai inovasi terus dilakukan. Program Perpustakaan Keliling (Pusling) dihadirkan untuk menumbuhkan budaya membaca di kalangan warga binaan. Sementara Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) dikembangkan sebagai wadah pembinaan keterampilan, seperti pertanian dan kerajinan tangan. Fasilitas dapur sehat dan klinik juga diperkuat agar standar kesehatan dan gizi warga binaan tetap terjaga.

Kunjungan pejabat tinggi Ditjenpas kali ini diharapkan dapat mendorong percepatan penyelesaian sejumlah hambatan, termasuk penambahan fasilitas, peningkatan kapasitas petugas, dan dukungan anggaran yang memadai.

Momentum memperkuat sinergi

Kunjungan Ajub Suratman ke Rutan Balige tidak sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum penting mempererat komunikasi antara pusat dan daerah. Kehadirannya membawa pesan bahwa pemasyarakatan bukan hanya urusan keamanan, melainkan bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

Dengan arahan tersebut, diharapkan seluruh jajaran Rutan Balige semakin bersemangat untuk berinovasi dan memberikan layanan yang lebih baik. Seluruh program pembinaan diharapkan mampu mencetak warga binaan yang siap kembali ke masyarakat, sehingga tujuan pemasyarakatan sebagai tempat pembinaan, bukan sekadar penahanan, benar-benar terwujud.

Penutup

Kunjungan kerja PK Ahli Utama Ditjenpas, Ajub Suratman, ke Rutan Kelas IIB Balige menjadi pengingat bahwa profesionalisme, integritas, dan kedisiplinan harus selalu dijunjung tinggi oleh seluruh jajaran pemasyarakatan. Dengan semangat RUBAGE KERAS! (Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi), Rutan Balige diharapkan terus berkembang sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberi harapan baru bagi warga binaan.

Redaktur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *