Tapanuli Utara, Senin 17 November 2025 Ribaknews.id
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., bersama Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST, M.Eng memimpin Rapat Koordinasi Virtual yang diikuti 214 peserta dari seluruh kecamatan dan desa se-Kabupaten Tapanuli Utara, Jumat (14/11/2025) di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati. Rapat ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi panggung besar penegasan arah pembangunan desa menjelang pengujung tahun. Pemerintah daerah menyoroti tiga fokus prioritas: percepatan Program Internet Masuk Desa, pemberdayaan Koperasi Merah Putih, dan penguatan Siskamling menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025.
Rakor yang berlangsung hampir dua jam ini memperlihatkan peta besar kebijakan teknis yang ingin dicapai Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara—mulai dari digitalisasi, ekonomi desa, hingga keamanan publik. Dengan 214 peserta tersambung secara virtual, pemerintah menunjukkan bahwa koordinasi lintas wilayah kini dituntut untuk semakin adaptif, cepat, dan terukur.
Koperasi Merah Putih Jadi Motor Ekonomi Desa
Dalam arahannya, Bupati Jonius menempatkan Koperasi Merah Putih sebagai tulang punggung ekonomi desa. Menurutnya, koperasi tidak boleh tinggal nama. Lembaga ini harus hidup, bergerak, dan menjadi kendaraan utama peningkatan ekonomi masyarakat.
“Koperasi harus hidup dan menjadi penggerak ekonomi desa. Saya minta camat turun langsung memastikan kesiapan lahan dan operasional koperasi di setiap desa,” tegas Bupati.
Instruksi ini menjadi penegasan bahwa pemerintah daerah melihat koperasi sebagai pusat rotasi ekonomi mikro di tingkat lokal—mulai dari pengelolaan hasil pertanian, produk UMKM, hingga layanan simpan pinjam berbasis komunitas. Namun Bupati tidak berhenti pada imbauan. Ia menyampaikan bahwa evaluasi rutin bulanan via Zoom akan dilakukan untuk memastikan setiap kecamatan dan desa benar-benar mengeksekusi kebijakan tersebut.
Model evaluasi berkala ini menjadi pola baru pengendalian birokrasi: transparan, cepat, dan dapat diukur. Kepala desa dan camat tidak hanya melaporkan kegiatan, tetapi harus menunjukkan progres yang bisa diverifikasi.
Digitalisasi Desa: Internet Bukan Lagi Pelengkap, tetapi Fondasi
Topik lain yang menjadi sorotan ialah percepatan Program Internet Masuk Desa, terutama untuk empat belas titik prioritas. Bupati menekankan bahwa digitalisasi pelayanan pemerintahan desa bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan fundamental agar desa mampu memberikan layanan publik yang cepat, tepat, dan modern.
Kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika menjadi krusial, terutama terkait penyediaan jaringan yang stabil dan terjangkau. Pemerintah ingin memastikan bahwa setiap desa mampu menerapkan layanan digital, baik untuk administrasi, pelaporan, maupun transparansi anggaran.
Dalam konteks ini, internet menjadi infrastruktur utama. Tanpa konektivitas, seluruh upaya digitalisasi hanya akan berakhir di atas kertas. Pemerintah menginginkan transformasi nyata: layanan administrasi yang tidak lagi menggantung pada birokrasi manual, publikasi informasi desa yang lebih terbuka, dan peningkatan akses masyarakat terhadap layanan digital.
Bupati pun menegaskan bahwa kehadiran internet akan memperkuat sinergi desa dengan program-program pusat, termasuk pemanfaatan aplikasi layanan masyarakat serta integrasi data berbasis digital.
Menjelang Natal dan Tahun Baru: Siskamling Diaktifkan, Kebersihan Ditingkatkan
Sementara itu, Wakil Bupati Deni Lumbantoruan menyoroti aspek keamanan dan ketertiban jelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Ia meminta pemerintah desa dan kecamatan memastikan Siskamling dihidupkan kembali dengan pola yang terstruktur—mulai dari jadwal ronda hingga pembentukan tim pengamanan lingkungan.
Menurutnya, keamanan desa bukan hanya soal ronda malam, tetapi menyangkut kepatuhan tamu wajib lapor 1×24 jam. Dengan pendataan yang lebih baik, desa dapat mengurangi potensi gangguan keamanan, termasuk tindak kriminalitas musiman.
Wabup juga menekankan pentingnya kebersihan melalui kegiatan Jumat Bersih. Lingkungan desa harus mencerminkan kesiapan menyambut perayaan besar dan arus mobilitas warga.
Di sisi transparansi, pemerintah desa didorong memaksimalkan penggunaan Aplikasi Info Desa sebagai pusat informasi publik. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat bisa melihat profil desa, potensi unggulan, hingga APBDes secara terbuka. Desa yang informatif diyakini lebih siap menghadapi tuntutan pelayanan publik modern.
Koordinasi Sebagai Syarat Pembangunan
Rakor virtual ini memperlihatkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara tengah mengarahkan desa-desa menuju tiga transformasi besar: transformasi ekonomi, transformasi digital, dan transformasi keamanan. Ketiganya saling terkait dan menjadi prasyarat pembangunan desa yang berkelanjutan.
Dengan evaluasi bulanan, arahan teknis yang jelas, dan sinergi perangkat desa hingga kecamatan, pemerintah ingin memastikan tahun 2025 menjadi titik awal percepatan pelayanan publik modern di Taput.
Walaupun demikian, banyak pekerjaan yang masih harus diselesaikan: penguatan SDM desa, penyediaan infrastruktur internet yang memadai, pengelolaan koperasi secara profesional, hingga pengawasan implementasi Siskamling.
Namun dengan koordinasi masif seperti yang terlihat pada rapat kali ini, pemerintah menunjukkan bahwa mereka tidak sekadar menyusun rencana, tetapi tengah menggerakkan seluruh komponen desa untuk berlari lebih cepat.
✍️ Redaksi:
ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya







