HUMBANG HASUNDUTAN — Ribaknews.id
Setelah masa tanggap darurat resmi berakhir, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan langsung menggeser fokus pada tahap rehabilitasi dan pemulihan wilayah terdampak bencana. Bupati Humbang Hasundutan, Dr. Oloan Paniaran Nababan, S.H., M.H., turun langsung meninjau kondisi jalan dan progres pembangunan jembatan penghubung Desa Sampetua dengan Desa Batunagodang Siatas, Jumat (9/1/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan pemulihan infrastruktur strategis berjalan sesuai rencana. Jalan dan jembatan tersebut merupakan akses vital yang menopang aktivitas ekonomi, sosial, pendidikan, serta pelayanan kesehatan masyarakat di dua desa.
Di lokasi, Bupati melihat langsung kondisi jalan yang mengalami kerusakan cukup parah akibat bencana, sekaligus memantau progres pembangunan jembatan yang sempat terputus. Ia menegaskan bahwa percepatan pemulihan infrastruktur menjadi prioritas utama pemerintah daerah pascabencana.
“Setelah masa darurat berakhir, kita tidak boleh berlama-lama. Infrastruktur ini menyangkut kehidupan masyarakat. Jalan dan jembatan harus segera pulih agar mobilitas warga kembali normal dan roda perekonomian dapat berjalan,” tegas Bupati Oloan.
Menurutnya, pembangunan jembatan penghubung Sampetua–Batunagodang Siatas bukan hanya proyek fisik, melainkan bagian dari upaya mengembalikan denyut kehidupan masyarakat yang sempat terhambat. Karena itu, ia meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk bekerja optimal, terukur, dan tetap mengutamakan kualitas serta aspek keselamatan.
Selain meninjau infrastruktur, dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan santunan jiwa kepada almarhum Weslin Simanullang, salah satu korban bencana. Santunan diserahkan kepada Kepala Desa Batunagodang Siatas, Hiras Simanullang, selaku ahli waris.
Penyerahan santunan ini menjadi momen haru sekaligus penegasan bahwa pemerintah daerah hadir tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pemulihan sosial masyarakat. Santunan tersebut diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga yang ditinggalkan.
Bupati Humbang Hasundutan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. Ia berharap keluarga diberikan ketabahan serta kekuatan dalam menghadapi masa sulit pascabencana.
“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Santunan ini adalah bentuk perhatian dan tanggung jawab pemerintah kepada masyarakat yang terdampak. Pemerintah hadir bersama warga, baik dalam masa darurat maupun saat pemulihan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak. Menurutnya, keberhasilan pemulihan pascabencana tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat.
“Kita bangkit bersama. Dengan kebersamaan, kita bisa memulihkan kondisi daerah dan membangun Humbang Hasundutan yang lebih tangguh ke depan,” tutup Bupati.
Peninjauan ini menandai komitmen Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan dalam mengawal proses transisi dari fase tanggap darurat menuju pemulihan menyeluruh, baik dari sisi infrastruktur maupun sosial kemasyarakatan.
Terbit: 10/01/2026
Jonaer Silaban








