Tragedi Malam di Siraja Oloan: Remaja 16 Tahun Tewas Terlindas Mobil

Jalur Rawan yang Kembali Makan Korban

Berita, DAERAH1398 Dilihat

Tarutung – Seni 13 Oktober 2025

Ribaknews.id

Kecelakaan lalu lintas kembali mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara. Minggu malam (12/10/2025), seorang remaja bernama RHP (16), warga Desa Simpang Bolon, Kecamatan Garoga, meregang nyawa setelah terjatuh dari sepeda motor dan terlindas mobil Toyota Kijang BK 1347 XR di Jalan Tarutung–Siborongborong KM 01–02, Desa Siraja Oloan, Kecamatan Tarutung.
Mobil tersebut dikemudikan Don Harrison Hutabarat (48), warga Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta.

Kronologi Singkat dan Hasil Olah TKP

Menurut keterangan Kapolres Tapanuli Utara AKBP Ernis Sitinjak, S.H., S.I.K melalui Kasi Humas Aiptu W. Baringbing, korban saat itu mengendarai motor Honda JTR tanpa nomor polisi dari arah Siborongborong menuju Tarutung.
Setibanya di lokasi kejadian, motor diduga selip dan terjatuh, lalu masuk ke jalur kanan arah tujuannya. Di saat bersamaan, Toyota Kijang melaju dari arah berlawanan, dan tabrakan pun tak terhindarkan.

Korban sempat dilarikan ke RSU Tarutung dalam kondisi kritis. Namun, luka berat di kepala dan pelipis kanan membuat nyawanya tak tertolong. Kini, pengemudi mobil beserta kedua kendaraan telah diamankan di Unit Laka Lantas Polres Taput untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Analisa Awal: Kombinasi Kelelahan, Jalan, dan Waktu

Kecelakaan di jalur Tarutung–Siborongborong bukan kali pertama. Kondisi jalan yang sempit, minim penerangan, dan tikungan menurun di beberapa titik sering menjadi jebakan maut, terutama bagi pengendara muda atau pemula.
Faktor kelelahan dan kurangnya pengalaman berkendara malam bisa memperparah risiko kehilangan kendali. Diduga, motor yang dikendarai korban selip karena kecepatan tidak seimbang dengan kondisi jalan malam hari.

Imbauan dan Evaluasi Keselamatan

Polisi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati, terutama di jalur yang dikenal rawan kecelakaan. Pemerintah daerah diminta memperhatikan kondisi penerangan jalan umum serta memasang rambu peringatan “rawan kecelakaan” di beberapa titik padat.
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa keselamatan di jalan bukan sekadar soal kecepatan, tapi soal kesadaran dan kewaspadaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *