Sopo Partungkoan, Tarutung — Kamis 13 November 2025 Ribsknews.id
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025 dengan mengusung tema “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”, yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Ayah Nasional bertempat di Sopo Partungkoan Tarutung, Kamis (13/11/2025).
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Henry M. M. Sitompul, M.Si, mewakili Bupati Taput, bersama perwakilan Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, tenaga kesehatan, serta Staf Ahli TP PKK Ny. Lisa Deni Lumbantoruan.
Generasi Sehat, Pondasi Masa Depan Bangsa
Dalam sambutan Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., yang dibacakan oleh Sekda, disampaikan bahwa generasi sehat merupakan investasi besar bagi masa depan bangsa.
“Selama lebih dari enam dekade, bangsa kita telah mengalami banyak kemajuan, namun juga menghadapi tantangan besar seperti penyakit menular, stunting, gizi buruk, hingga akses pelayanan kesehatan yang belum merata, terutama di daerah terpencil,” ujar Sekda menyampaikan pesan Bupati.
Bupati menegaskan bahwa momentum HKN harus menjadi pengingat sekaligus penyemangat untuk terus meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen memperkuat layanan kesehatan prima di tingkat puskesmas dan posyandu, mendorong transformasi digital kesehatan agar pelayanan menjadi lebih cepat, efisien, dan transparan, serta meningkatkan kesejahteraan tenaga kesehatan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat,” lanjutnya.
Masyarakat Diajak Terapkan Gerakan CERDIK
Dalam kesempatan itu, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup sehat melalui gerakan CERDIK — Cek kesehatan secara berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres dengan baik.
Gerakan ini, kata Bupati, bukan sekadar slogan, tetapi panduan praktis membangun kesadaran masyarakat agar tidak menunggu sakit untuk berobat, melainkan mencegah sejak dini.
“Pencegahan adalah kunci. Pola hidup sehat harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, lalu menjadi kebiasaan kolektif di lingkungan sekitar,” tambahnya.
Hari Ayah Nasional: Pengingat Peran Laki-laki dalam Keluarga
Bupati juga menyinggung makna Hari Ayah Nasional yang diperingati bersamaan dengan HKN tahun ini. Ia menegaskan bahwa peringatan tersebut menjadi momentum untuk menghargai kasih sayang, tanggung jawab, dan pengorbanan seorang ayah dalam keluarga dan pembangunan bangsa.
“Peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga pelindung, teladan, dan pendidik utama dalam keluarga. Ketahanan keluarga adalah fondasi pembangunan bangsa,” pungkasnya.
Keluarga Sehat, Bangsa Kuat
Ketua TP PKK Kabupaten Tapanuli Utara, Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat, dalam sambutan yang dibacakan oleh Ny. Lisa Deni Lumbantoruan, menegaskan bahwa membangun bangsa yang maju harus dimulai dari membangun keluarga yang sehat secara fisik dan mental.
“Keluarga menjadi titik awal lahirnya generasi yang kuat, cerdas, dan berdaya saing. Ibu dan ayah adalah mitra utama dalam membentuk karakter dan kesehatan anak,” ujarnya.
Tenaga Kesehatan sebagai Garda Terdepan
Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Utara, Lamseria Nababan, selaku Ketua Panitia menyampaikan bahwa peringatan HKN ke-61 bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, mengapresiasi kerja keras tenaga kesehatan, serta mempererat koordinasi lintas sektor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
“Melalui HKN, kita ingin menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam mewujudkan masyarakat Taput yang sehat dan mandiri,” ujarnya.
Pada acara tersebut, turut dilaksanakan penyerahan kado simbolis kepada perwakilan ayah, serta pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba antar puskesmas.
Tantangan dan Harapan ke Depan
Meski semangat besar ditunjukkan, beberapa kalangan berharap agar komitmen tersebut diikuti langkah konkret berupa realisasi anggaran, target peningkatan layanan kesehatan, serta percepatan transformasi digital di seluruh puskesmas.
Transformasi layanan kesehatan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kesiapan SDM dan pemerataan akses teknologi. Oleh karena itu, sinergi pemerintah, masyarakat, dan tenaga kesehatan menjadi kunci keberhasilan menuju Taput Sehat 2025.
✍️ Redaksi:
ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya







