Tarutung — Sabtu 13 Desember 2025 Ribaknews.id
Kegiatan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) yang berlangsung pada 12–14 Desember 2025 di Tarutung perlu ditempatkan secara proporsional dalam konteks sosial yang sedang dihadapi masyarakat Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). SERUNAI bukan sekadar agenda perayaan Natal, melainkan kegiatan terpadu yang menggabungkan edukasi kebangsaan, penguatan nilai kemanusiaan, serta trauma healing bagi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana.
Di tengah proses pemulihan pascabencana alam di sejumlah wilayah Taput, SERUNAI dirancang dengan pendekatan partisipatif. Panitia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak dimaksudkan sebagai hiburan semata, melainkan sebagai ruang pemulihan psikososial yang aman, terukur, dan relevan dengan kondisi masyarakat.
Rangkaian Kegiatan dan Waktu
SERUNAI dilaksanakan secara terstruktur selama tiga hari, dengan pembagian kegiatan sebagai berikut:
13.30 – 14.00 WIB
Registrasi Lomba Tari Kreasi Nuansa Natal Tingkat Gereja dan Sekolah14.00 – 16.00 WIB
Pelaksanaan Lomba Tari Kreasi Nuansa Natal (Gereja & SMP) serta Lomba Menggambar Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah16.00 – 16.15 WIB
Penyerahan HadiahRangkaian ini melibatkan peserta dari tingkat SD (kelas 4–6), SMP, hingga komunitas gereja, sehingga menjangkau lintas usia dan latar belakang sosial. Keterlibatan anak-anak menjadi bagian penting dari strategi trauma healing, mengingat kelompok usia ini termasuk yang paling rentan secara psikologis pascabencana.
Sembilan Rangkaian Hadiah Edukatif dan Sosial
Dalam pelaksanaan SERUNAI, panitia menyalurkan sembilan rangkaian hadiah, yang sebelumnya kerap disalahpahami sebagai bantuan sosial terpisah. Padahal, seluruh item tersebut ditempatkan sebagai hadiah edukatif dan dukungan pemulihan, antara lain:
1. Paket hadiah lomba seni dan kreativitas
2. Perlengkapan belajar untuk siswa SD dan SMP
3. Perlengkapan ibadah bernuansa Natal
4. Paket kebutuhan harian keluarga terdampak
5. Perlengkapan kebersihan dan kesehatan ringan
6. Paket sandang layak pakai
7. Dukungan logistik komunitas
8. Hadiah partisipasi anak-anak dalam kegiatan trauma healing
9. Dukungan sosial berbasis komunitas gereja dan sekolah
Seluruh hadiah tersebut dihimpun melalui mekanisme partisipatif dan disalurkan secara terkoordinasi, dengan mempertimbangkan asas kepatutan, transparansi, dan sasaran penerima.
Dimensi Trauma Healing dan Edukasi Sosial
Secara substantif, SERUNAI mengandung fungsi trauma healing non-medis, terutama bagi siswa-siswi SDN dan SMPN serta masyarakat yang terdampak secara langsung maupun tidak langsung oleh bencana. Aktivitas seni, lomba menggambar, dan tari kreasi terbukti secara psikososial mampu membantu anak-anak mengekspresikan emosi, mengurangi kecemasan, dan membangun kembali rasa aman.
Selain itu, lomba bertema Cinta Bangga Paham Rupiah juga memiliki dimensi edukasi kebangsaan, yang sejalan dengan upaya penguatan literasi ekonomi sejak dini.
Aspek Etika dan Akuntabilitas
Panitia menegaskan bahwa pelaksanaan SERUNAI memisahkan secara tegas antara agenda perayaan, edukasi, dan distribusi hadiah, sehingga tidak terjadi tumpang tindih fungsi maupun penyalahgunaan makna kegiatan. Seluruh proses dicatat dan dikomunikasikan secara terbuka kepada masyarakat serta relawan setempat.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip etika dan tata kelola sosial, di mana kegiatan publik dinilai berdasarkan niat, konteks, dampak, dan mekanisme pelaksanaan, bukan semata pada persepsi permukaan.
Model Kolaborasi Sosial yang Adaptif
SERUNAI dapat dipahami sebagai contoh model kolaborasi sosial berbasis budaya dan keagamaan yang adaptif terhadap situasi krisis. Keterlibatan gereja, sekolah, relawan, dan masyarakat menunjukkan bahwa solidaritas tidak selalu hadir dalam bentuk formal penanggulangan bencana, tetapi juga melalui ruang-ruang kebudayaan yang memulihkan martabat dan semangat kolektif.
Dengan pendekatan tersebut, SERUNAI tidak hanya relevan sebagai perayaan Natal, tetapi juga sebagai praktik sosial yang berkontribusi pada ketahanan masyarakat Taput di tengah tantangan kebencanaan yang berulang.
Joaner Silaban
Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya








