Safari Ramadan Polres Humbahas Perkuat Sinergi Kamtibmas

Pendekatan persuasif berbasis nilai keagamaan dinilai lebih efektif menjaga stabilitas kamtibmas selama Ramadan

02 Maret 2026 — Humbang Hasundutan. Ribaknews.id

Pendekatan keamanan berbasis komunitas kembali diperlihatkan jajaran Polres Humbang Hasundutan melalui kegiatan Safari Ramadan di Masjid Muttaqin Marade, Kecamatan Pollung.

Kegiatan yang dipimpin Kasat Binmas Iptu Francis Saragi bersama Kapolsek Pollung dan personel pembinaan masyarakat itu bukan sekadar agenda seremonial keagamaan. Di balik buka puasa dan silaturahmi, terdapat pesan strategis: pencegahan gangguan keamanan melalui pendekatan nilai dan kedekatan sosial.

Ramadan sebagai Momentum Strategis

Ramadan sering menjadi periode yang sensitif secara sosial. Aktivitas malam meningkat, mobilitas warga bertambah, dan potensi gangguan seperti balap liar, konflik remaja, hingga pencurian rumah kosong cenderung naik.

Alih-alih mengedepankan patroli represif, Sat Binmas memilih forum masjid sebagai ruang dialog.

“Kami ingin hadir bukan hanya menjaga keamanan, tetapi sebagai mitra masyarakat,” ujar Iptu Francis Saragi dalam sambutannya.

Pernyataan itu menegaskan perubahan paradigma: keamanan dibangun bersama, bukan dipaksakan dari atas.

Pesan Moral sebagai Instrumen Keamanan

Dalam penyampaian pesan kamtibmas, aparat mengaitkan disiplin hukum dengan nilai keimanan dan ketakwaan. Pendekatan ini dinilai lebih mudah diterima masyarakat, khususnya dalam konteks religius.

Ajakan yang disampaikan meliputi:

Menjaga ketertiban lingkungan.

Menghindari pelanggaran hukum.

Meningkatkan kepedulian sosial.

Menjaga suasana Ramadan tetap khidmat.

Strategi ini mencerminkan model preventif: membangun kesadaran sebelum terjadi pelanggaran.

Legitimasi Sosial dari Tokoh Agama

Apresiasi datang dari takmir masjid yang menilai pesan yang disampaikan relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. Dukungan tokoh agama dalam kegiatan seperti ini memiliki arti penting, terutama di wilayah yang struktur sosialnya masih kuat berbasis komunitas.

Sinergi aparat dan tokoh masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas lokal.

Dimensi Sosial: Kepedulian terhadap Anak Yatim

Selain penyampaian pesan kamtibmas, jajaran kepolisian juga menyerahkan tali asih kepada 14 anak yatim. Langkah ini memperlihatkan wajah humanis institusi kepolisian.

Kegiatan ditutup dengan buka puasa bersama, menciptakan suasana keakraban yang relatif jarang terlihat dalam relasi formal aparat dan masyarakat.

Antara Simbolik dan Substansial

Secara konseptual, Safari Ramadan dapat menjadi instrumen efektif dalam membangun kepercayaan publik. Namun efektivitasnya akan sangat bergantung pada konsistensi tindak lanjut di lapangan.

Jika hanya berhenti pada seremoni tahunan, dampaknya akan terbatas. Tetapi jika diikuti penguatan komunikasi dua arah dan respons cepat terhadap laporan warga, pendekatan ini berpotensi menekan potensi gangguan kamtibmas secara signifikan.

Menjaga Stabilitas Melalui Kedekatan

Kehadiran aparat di ruang ibadah menunjukkan bahwa stabilitas tidak selalu dibangun melalui penindakan. Dalam konteks sosial seperti Pollung, pendekatan persuasif berbasis nilai justru lebih efektif memperkuat kesadaran kolektif.

Ramadan, pada akhirnya, bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga ruang membangun harmoni sosial antara negara dan masyarakat.

Diterbitkan: Media Ribak News
Penulis: Jonaer Silaban. S. Pd

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *