RANHAM Bukan Sekadar Dokumen, Tapi Napas Keadilan untuk Masyarakat Humbahas

Berita, DAERAH116 Dilihat

Doloksanggul, Ribaknews.id

Di balik meja rapat dan lembar evaluasi, pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) di Kabupaten Humbang Hasundutan sejatinya punya makna yang jauh lebih dalam. Ia bukan hanya soal laporan ke pemerintah pusat, tetapi tentang bagaimana masyarakat di pelosok Doloksanggul hingga Pakkat merasakan pelayanan publik yang adil, setara, dan manusiawi.

Kebijakan HAM di Humbahas bukan sekadar wacana. Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah daerah mulai mengintegrasikan prinsip HAM dalam berbagai program konkret: peningkatan akses pendidikan bagi anak-anak di desa terpencil, pelayanan kesehatan tanpa diskriminasi, hingga perlindungan hukum terhadap perempuan dan kelompok rentan.

Bupati Dr. Oloan Paniaran Nababan kerap menegaskan bahwa arah pembangunan Humbahas tidak boleh meninggalkan satu pun warga di belakang. Prinsip itu sejalan dengan nilai dasar HAM: kesetaraan hak setiap individu tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, maupun agama.

> “HAM bukan jargon, tapi tanggung jawab moral pemerintah untuk memastikan setiap warga hidup dengan martabat dan kesempatan yang sama,” tegas Oloan dalam berbagai arahannya.

Bagi sebagian masyarakat, mungkin kata “HAM” terdengar rumit. Namun di Humbahas, maknanya sederhana — ketika ibu-ibu di Baktiraja bisa melahirkan di fasilitas kesehatan yang layak, ketika petani di Pollung mendapat kepastian harga dan pendampingan hukum, atau ketika anak difabel diterima di sekolah umum tanpa stigma — di situlah HAM bekerja dalam diam.

Langkah kecil inilah yang sedang dijaga melalui pelaksanaan RANHAM di daerah. Evaluasi yang digelar kali ini menjadi momentum penting untuk menakar sejauh mana kebijakan pemerintah telah menyentuh hati rakyat, bukan hanya tertulis di laporan.

Dr. Flora Nainggolan menilai apa yang dilakukan Humbahas menunjukkan arah yang benar.

> “Ketika kebijakan daerah berpihak pada masyarakat, itulah implementasi HAM yang sesungguhnya,” katanya menutup sesi diskusi.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berkomitmen menjadikan penghormatan terhadap HAM sebagai poros pembangunan berkelanjutan, agar semangat keadilan dan kemanusiaan tetap hidup di setiap lini pelayanan publik.

Dari Bukit Inspirasi di Doloksanggul, Humbahas menyalakan semangat baru penghormatan HAM — bukan sekadar laporan, tapi tentang manusia yang dilayani dengan hati.

Diterbitkan Rabu 05 November 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *