Balige – Selasa 28 Oktober 2015 Ribaknews.id
Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-97 Tahun 2025, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Balige Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Utara menggelar upacara penuh khidmat bertema “Pemuda Pemudi Bergerak, Indonesia Bersatu”, Selasa (28/10/2025).
Upacara yang berlangsung di lapangan Rutan Balige ini diikuti oleh Kepala Rutan Balige, pejabat struktural, seluruh petugas, serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan dimulai dengan pengibaran bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan prosesi mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Keputusan Kongres Pemuda Indonesia Tahun 1928.
Amanat Nasional: Pemuda Sebagai Agen Perubahan
Kepala Rutan Balige, David Nicolas, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia membacakan sambutan resmi Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Erick Thohir, yang menegaskan pentingnya peran pemuda sebagai penggerak kemajuan bangsa di era digital.
Erick Thohir mengajak generasi muda untuk bijak menggunakan teknologi, memanfaatkan media sosial sebagai sarana menyebarkan hal-hal positif, serta menjadi bagian dari solusi bangsa.
> “Momentum Hari Sumpah Pemuda ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan refleksi diri, sejauh mana kita telah berkontribusi untuk bangsa. Sudah saatnya generasi muda menjadi bagian dari solusi, bukan hanya penonton di tengah perubahan,” ucap David Nicolas mengutip amanat Menpora.
Pesan tersebut menjadi pengingat kuat bahwa di tangan para pemuda—termasuk mereka yang tengah menjalani pembinaan—terletak masa depan bangsa yang produktif, kreatif, dan berintegritas.
Membumikan Semangat Nasionalisme di Balik Tembok Rutan
Upacara di Rutan Balige bukan sekadar simbol seremonial, melainkan wujud nyata pembinaan karakter kebangsaan. Dengan melibatkan seluruh warga binaan, kegiatan ini memperkuat nilai inklusivitas, persatuan, dan semangat nasionalisme di lingkungan pemasyarakatan.
Kepala Rutan Balige menegaskan, kegiatan seperti ini menjadi bagian dari proses pemasyarakatan yang humanis dan edukatif, di mana setiap individu diajak mengenal kembali makna perjuangan dan rasa cinta tanah air.
> “Kami ingin semangat Sumpah Pemuda terus hidup di setiap diri warga binaan. Bahwa mereka juga bagian dari Indonesia yang harus terus belajar, berinovasi, dan mencintai bangsanya,” ujar David Nicolas.
RUBAGE KERAS: Cermin Karakter Rutan Balige
Melalui semboyan “RUBAGE KERAS!” (Kolaboratif, Edukatif, Responsif, Amanah, dan Sinergi), Rutan Balige menegaskan komitmennya sebagai lembaga pembinaan yang tidak hanya menegakkan aturan, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kebangsaan dan solidaritas di antara seluruh pegawai serta warga binaan.
Upacara Sumpah Pemuda tahun ini menjadi bukti bahwa nasionalisme tidak mengenal batas status sosial. Semangat persatuan dan cinta tanah air tetap menyala — bahkan di balik tembok pemasyarakatan.







