Pemkab Taput Gelar Rapat Kerja Petani Milenial 2025, Dorong Regenerasi dan Digitalisasi Pertanian

Berita, DAERAH47 Dilihat

Tapanuli Utara, Selasa 14 Oktober 2025
Ribaknews.id

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara menggelar Rapat Kerja Petani Milenial Kabupaten Tapanuli Utara Tahun 2025 yang dibuka secara resmi oleh Bupati Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si, didampingi Wakil Bupati Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, ST., M.Eng dan Sekretaris Daerah Drs. Henry M.M. Sitompul, M.Si, bertempat di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Selasa (14/10).

Kegiatan ini mengusung tema “Kolaborasi Program Petani Milenial dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk Mencapai Target di Sektor Pertanian dan Ketahanan Pangan.”
Turut hadir para pimpinan perangkat daerah, pengurus Petani Milenial, serta perwakilan kelompok tani dari 15 kecamatan.

Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi Tapanuli Utara, dengan lebih dari 80 persen masyarakat menggantungkan hidup pada hasil pertanian. Oleh karena itu, menurut Bupati, pembangunan pertanian harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir dengan perencanaan jangka panjang yang terukur dan berbasis data.

> “Berbicara pertanian tidak bisa setengah-setengah. Kita harus berpikir lima tahun ke depan. Regenerasi, mekanisasi, dan digitalisasi menjadi arah pembangunan kita,” ujar Bupati Jonius.

Sebagai bentuk komitmen, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara telah menyiapkan anggaran sebesar Rp25 miliar untuk mendukung program pertanian, termasuk penguatan kelembagaan dan pemberdayaan Petani Milenial.
Bupati menambahkan bahwa ke depan, arah kebijakan pertanian akan melibatkan petani sebagai sumber data lapangan agar kebijakan pemerintah lebih tepat sasaran.

> “Selama ini arah pertanian ditentukan dari dinas ke petani. Sekarang kita ubah: petani yang berpikir, pemerintah mendengar. Data dari lapangan harus menjadi dasar kebijakan,” tegasnya.

Salah satu bentuk kolaborasi yang ditekankan Bupati adalah keterlibatan Petani Milenial dalam Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Pemkab Taput dengan nilai anggaran mencapai Rp187 miliar.
Program ini dinilai dapat menjadi pasar tetap bagi petani lokal, khususnya melalui pembentukan koperasi Petani Milenial yang mampu menyediakan kebutuhan pangan harian secara profesional dan berkelanjutan.

> “Pasarnya sudah jelas, yaitu MBG. Sekarang tinggal bagaimana Petani Milenial mampu menyuplai kebutuhan pangan — ikan, tahu, tempe, sayur, dan buah — secara terencana,” tambah Bupati.

Dalam kesempatan yang sama, Koordinator Program MBG Kabupaten Taput, Syah Menan Lubis, memaparkan kebutuhan bahan pangan harian program MBG yang melibatkan ribuan pelajar penerima manfaat di seluruh kecamatan. Ia menilai kerja sama dengan Petani Milenial akan memperkuat kemandirian pangan daerah serta menumbuhkan ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Ketua Petani Milenial Kabupaten Tapanuli Utara, Murdhani Purba, dalam laporannya menyampaikan bahwa rapat kerja ini bertujuan untuk menyinkronkan rencana kerja Petani Milenial dengan program pemerintah daerah, memperkuat kelembagaan organisasi, serta menghimpun masukan dari berbagai pemangku kepentingan.

Rapat kerja tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting, antara lain penguatan sistem data pertanian berbasis lapangan, rencana pembentukan koperasi Petani Milenial, serta integrasi pertanian dengan kebutuhan pangan daerah.
Petani Milenial Taput saat ini beranggotakan 100 orang dari 15 kecamatan, dan siap menjadi pionir kemajuan pertanian modern di Kabupaten Tapanuli Utara.

> “Petani milenial harus menjadi pionir. Kalian bukan hanya menanam, tapi juga merencanakan dan memasarkan. Jika berhasil, Taput akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun ketahanan pangan,” pungkas Bupati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *