Pemkab Taput Bahas Rencana Pembangunan Rumah Sakit Baru, Langkah Awal Wujudkan Pelayanan Kesehatan Berkeadilan

DAERAH, Uncategorized338 Dilihat

Tarutung, Kamis16 Oktober 2025 Ribaknews.id

Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terus menunjukkan keseriusan dalam memperkuat pelayanan publik di bidang kesehatan. Hal ini terlihat dari rapat pembahasan rencana pembangunan rumah sakit baru yang dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara, Drs. Henry M. M. Sitompul, M.Si, di Ruang Rapat Mini Kantor Bupati Taput, Tarutung, Kamis (16/10/2025).

Rapat yang dihadiri oleh Staf Ahli Bupati, para Asisten, Kepala BKAD, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Plt. Direktur RSUD, Kepala Dinas Perkim, serta Plt. Kepala Bappeda ini menjadi forum penting untuk merumuskan arah strategis pembangunan rumah sakit baru di wilayah Taput.
Fokus pembahasan tertuju pada tiga aspek utama: perencanaan teknis, pembiayaan, serta kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia.

Sekda Henry Sitompul dalam arahannya menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan terintegrasi lintas perangkat daerah. Menurutnya, pembangunan rumah sakit bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk menjamin kesejahteraan masyarakat.

> “Pembangunan rumah sakit harus dilihat sebagai upaya memperluas akses kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Tapanuli Utara, bukan hanya bagi mereka yang tinggal di pusat kota,” ujar Henry Sitompul.

Dari hasil rapat, terungkap bahwa Pemkab Taput tengah menyiapkan feasibility study (FS) untuk memastikan kelayakan lahan, kebutuhan tenaga medis, serta estimasi anggaran yang rasional. Kepala BKAD bersama Bappeda juga diminta untuk menyiapkan skema pembiayaan yang efisien—baik melalui APBD murni, dana transfer pusat, maupun kerja sama dengan lembaga keuangan pemerintah seperti PT SMI.

Selain persoalan teknis, pembahasan juga menyinggung soal penentuan lokasi strategis agar rumah sakit baru mampu menjangkau masyarakat di wilayah barat dan selatan Taput yang selama ini sulit mengakses layanan medis rujukan. Dinas Perkim diminta menyiapkan aspek tata ruang dan infrastruktur pendukung, termasuk akses jalan dan jaringan air bersih.

Langkah ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan karena dinilai menjadi momentum memperbaiki kesenjangan layanan kesehatan antar wilayah. Sebab, hingga kini, RSUD Tarutung masih menjadi satu-satunya rumah sakit rujukan utama di Taput. Dengan meningkatnya jumlah penduduk dan beban pelayanan, kebutuhan akan rumah sakit baru menjadi semakin mendesak.

Dari perspektif tata kelola, rapat lintas sektor ini menunjukkan upaya Pemkab Taput dalam memperkuat koordinasi internal. Sekda berperan sebagai motor penggerak yang menyatukan visi bupati dengan kesiapan teknis perangkat daerah. Hal ini menjadi penting agar pembangunan tidak berhenti pada tahap wacana atau studi perencanaan semata.

Secara politis, pembangunan rumah sakit baru berpotensi menjadi ikon kebijakan pelayanan publik di bawah kepemimpinan saat ini—sebuah warisan nyata yang tidak hanya meninggalkan bangunan, tetapi juga legacy keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan layanan kesehatan cepat dan terjangkau.

Namun demikian, tantangan terbesar tetap berada pada aspek pembiayaan dan konsistensi pelaksanaan. Pemerintah daerah dituntut memastikan setiap proses transparan, akuntabel, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

> “Rapat ini bukan sekadar membahas rancangan proyek, tapi menentukan arah pelayanan publik ke depan—apakah Tapanuli Utara siap naik kelas dalam bidang kesehatan, atau masih terus berputar di lingkaran wacana,” tutup Henry dalam rapat tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *