Natal Damai di Humbang Hasundutan: Ketika Ibadah Berlangsung Tenang di Bawah Penjagaan Negara

Humbang Hasundutan, Jumat 26 Desember 2025 Ribaknews.id

Malam Natal di Kabupaten Humbang Hasundutan berlangsung dalam suasana yang teduh dan penuh ketenangan. Dentang lagu pujian terdengar dari dalam gereja, lilin-lilin menyala di tangan jemaat, dan doa-doa dipanjatkan dengan khusyuk. Di balik suasana sakral itu, negara hadir dalam wujud yang senyap namun nyata: aparat kepolisian yang memastikan setiap umat beribadah tanpa rasa takut.

Sejak 24 hingga 26 Desember 2025, personel Polres Humbang Hasundutan bersama Polsek jajaran dan didukung Brimob Polda Sumatera Utara melaksanakan pengamanan ibadah Natal di seluruh gereja yang berada di wilayah hukum Polres Humbahas. Pengamanan dilakukan secara berlapis, mulai dari penjagaan langsung di gereja hingga patroli rutin di sekitar lokasi ibadah.

Bagi jemaat, kehadiran aparat bukan sekadar simbol keamanan, melainkan sumber ketenangan batin. Banyak umat Kristiani datang ke gereja bersama keluarga, anak-anak, dan orang tua lanjut usia. Mereka ingin merayakan Natal sebagai momen spiritual—tanpa dihantui rasa cemas.

“Rasanya lebih tenang. Kami bisa fokus beribadah,” ujar salah seorang jemaat seusai ibadah malam Natal di Doloksanggul. Ia mengaku kehadiran polisi di halaman gereja membuat suasana terasa aman dan tertib, terutama saat arus jemaat keluar-masuk gereja.

Pengamanan tidak dilakukan secara kaku. Aparat kepolisian terlihat menyapa jemaat dengan ramah, membantu pengaturan parkir, serta mengingatkan pengendara agar tidak memarkir kendaraan sembarangan. Pendekatan ini mencerminkan wajah Polri yang humanis—hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sekadar penjaga keamanan.

Kapolres Humbang Hasundutan AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K melalui Wakapolres Kompol Manson Nainggolan, S.H, M.Si menegaskan bahwa pengamanan Natal merupakan bentuk tanggung jawab Polri dalam menjamin kebebasan beribadah dan menjaga ketertiban umum.

“Pengamanan kami lakukan secara maksimal agar umat Kristiani dapat menjalankan ibadah Natal dengan aman, khusyuk, dan penuh rasa damai,” kata Wakapolres.

Sebelum ibadah dimulai, personel Brimob Polda Sumut bersama Polres Humbahas melakukan sterilisasi di area gereja. Dengan menggunakan metal detector mobile, petugas memastikan seluruh area—mulai dari dalam gereja, halaman, hingga tempat parkir—berada dalam kondisi aman.

Langkah ini dilakukan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai upaya pencegahan. Dalam konteks keamanan modern, pengamanan dini menjadi kunci agar potensi gangguan dapat dicegah sebelum terjadi.

“Kami melakukan sterilisasi lebih awal untuk memastikan seluruh area gereja benar-benar aman,” ujar Wakapolres menambahkan.

Selain itu, kepolisian juga mengimbau pengelola gereja dan jemaat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal mencurigakan. Sinergi antara aparat dan masyarakat menjadi fondasi penting terciptanya perayaan Natal yang damai.

Hingga seluruh rangkaian ibadah berlangsung, situasi kamtibmas di wilayah Humbang Hasundutan terpantau aman dan kondusif. Tidak ada gangguan berarti, tidak ada kepanikan, dan tidak ada insiden yang mencederai makna Natal sebagai perayaan kasih dan kedamaian.

Natal tahun ini kembali membuktikan bahwa toleransi dan rasa aman dapat berjalan beriringan. Di Humbang Hasundutan, ibadah berlangsung khusyuk, doa mengalir tenang, dan negara hadir menjaga ruang spiritual warganya.

Pengamanan akan terus dilakukan hingga seluruh rangkaian perayaan selesai. Bagi Polres Humbahas, Natal Damai bukan sekadar slogan, melainkan komitmen nyata untuk memastikan setiap warga dapat merayakan keyakinannya dengan aman, nyaman, dan bermartabat.

Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *