Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumut Dorong Penguatan Pembinaan Rohani Lewat Perayaan Natal di Rutan Tarutung

Tarutung – Ribaknews.id

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Sumatera Utara terus mendorong penguatan pembinaan kepribadian warga binaan melalui pendekatan keagamaan. Salah satu implementasi kebijakan tersebut diwujudkan melalui Perayaan Natal bersama Yayasan Dios Dunamis yang digelar di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tarutung, Selasa (9/12).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya konkret jajaran pemasyarakatan dalam mengimplementasikan kebijakan pembinaan humanis sebagaimana tertuang dalam 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Fokus pembinaan tidak hanya diarahkan pada aspek keamanan dan ketertiban, tetapi juga pada penguatan mental, spiritual, dan karakter warga binaan.

Perayaan Natal tersebut dihadiri Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung Evan Yudha Putra Sembiring, Kasubsi Pelayanan Tahanan Jonias B. Pakpahan, Kasubsi Pengelolaan Mian H.R. Simarmata, jajaran pegawai, serta warga binaan yang beragama Kristen. Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi Rutan Tarutung dengan Yayasan Dios Dunamis sebagai mitra pembinaan eksternal.

Ibadah Natal dipimpin rohaniwan Yayasan Dios Dunamis Pdt. Katri Hutagalung, S.Th dengan tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” (Matius 1:21–24). Tema tersebut dinilai selaras dengan kebijakan pembinaan kepribadian, khususnya dalam memulihkan kondisi psikologis dan spiritual warga binaan yang mengalami keterbatasan interaksi sosial dan keluarga selama menjalani masa pidana.
Dalam khotbahnya, Pdt. Katri Hutagalung menekankan nilai pertobatan, kasih, dan pengharapan sebagai fondasi perubahan hidup.

Pesan tersebut diarahkan agar warga binaan mampu memaknai masa pembinaan sebagai proses perbaikan diri, bukan sekadar menjalani hukuman.

Kepala Rutan Kelas IIB Tarutung, Evan Yudha Putra Sembiring, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti perayaan Natal merupakan bagian dari kebijakan pembinaan yang wajib difasilitasi oleh negara. Menurutnya, pemenuhan hak beribadah sekaligus pembinaan rohani memiliki dampak langsung terhadap stabilitas emosi dan perilaku warga binaan.

“Pembinaan rohani merupakan instrumen penting dalam membentuk karakter warga binaan. Melalui kegiatan ini, kami berharap mereka memperoleh ketenangan batin, kesadaran moral, serta motivasi untuk mengikuti seluruh program pembinaan dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Evan menegaskan bahwa Rutan Tarutung berkomitmen menjalankan kebijakan pemasyarakatan yang berorientasi pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial, sejalan dengan arahan Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara.

Sementara itu, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Utara Yudi Suseno menyatakan bahwa pembinaan kerohanian merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pemasyarakatan nasional. Ia menilai, kegiatan keagamaan memiliki kontribusi strategis dalam membangun kesadaran hukum dan moral warga binaan.

“Pembinaan kepribadian, khususnya melalui pendekatan keagamaan, menjadi bagian dari kebijakan pemasyarakatan yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan. Perayaan Natal ini menjadi sarana untuk memperkuat iman, membangun harapan, dan mempersiapkan warga binaan agar siap kembali ke masyarakat,” ungkap Yudi.
Menurutnya, Kanwil Ditjenpas Sumut terus mendorong seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) pemasyarakatan untuk membuka ruang kolaborasi dengan lembaga keagamaan dan organisasi masyarakat dalam rangka meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Perayaan Natal di Rutan Tarutung berlangsung tertib dan penuh khidmat. Selain ibadah, kegiatan juga diisi dengan pembacaan liturgi, persembahan pujian, serta pembagian bingkisan kasih dari Yayasan Dios Dunamis kepada warga binaan. Kegiatan tersebut menjadi simbol kehadiran negara dan masyarakat dalam memberikan perhatian terhadap hak-hak dasar warga binaan.
Pihak Yayasan Dios Dunamis menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap kebijakan pemasyarakatan yang menempatkan nilai kemanusiaan sebagai landasan utama.

Yayasan berharap pesan kasih Natal dapat menjadi penguatan moral bagi warga binaan selama menjalani pembinaan.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan foto bersama sebagai simbol kebersamaan. Melalui kegiatan ini, Kanwil Ditjenpas Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam menjalankan kebijakan pemasyarakatan yang humanis, berkeadilan, dan berorientasi pada perubahan perilaku warga binaan menuju reintegrasi sosial yang lebih baik.

Jonaer Silaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *