Gema Tutup TPL: Saat Alam Batak Menuntut Keadilan Digital

Gerakan digital masyarakat adat di Tanah Batak menggugat PT Toba Pulp Lestari atas dugaan perampasan tanah dan kerusakan lingkungan di kawasan Danau Toba

Tapanuli Raya, Sabtu 8 November 2025 — Ribaknews.id

Suara publik menggema di jagat digital: seruan untuk menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL) kini semakin lantang. Di tengah bentang alam Danau Toba yang menjadi kebanggaan Tanah Batak, masyarakat adat kembali menegaskan bahwa hak atas tanah leluhur tidak boleh dikorbankan demi industri raksasa.

TPL yang beroperasi di sejumlah wilayah sekitar Danau Toba — termasuk Kabupaten Toba, Humbang Hasundutan, Samosir, Tapanuli Utara, dan Simalungun — dituding telah merampas lahan adat dan merusak keseimbangan ekosistem. Isu ini bukan lagi sekadar protes lokal, tetapi telah menjelma menjadi gerakan moral lintas generasi, di mana anak muda Batak turut bersuara melalui media sosial dengan tagar seperti #TutupTPL dan #SaveTanahAdat.

“Sudah terlalu lama hutan adat kami diklaim sebagai konsesi industri. Kini kami tidak lagi hanya menanam pohon, tapi juga menanam kesadaran,” ujar salah satu pegiat lingkungan asal Siborongborong.

Di tengah riuhnya dunia digital, seruan itu menemukan gaungnya. Warga yang semula diam kini ikut menyuarakan penolakan, berbagi dokumentasi, hingga menandatangani petisi daring menuntut penghentian operasi perusahaan. Tak sedikit pula akademisi dan organisasi lingkungan menyebut, TPL harus bertanggung jawab atas konflik sosial dan kerusakan ekologis di kawasan Danau Toba yang telah berstatus UNESCO Global Geopark.

Gerakan digital ini pun menjadi semacam panggilan hati bagi masyarakat Batak: mempertahankan tanah, air, dan hutan bukan sekadar aktivisme, tetapi bagian dari menjaga roh leluhur dan harga diri suku. Kini, pertanyaannya bukan lagi “siapa yang berani melawan”, melainkan “siapa yang masih tega diam”.

(Redaksi: ribaknews.id — Aktual, Kritis, dan Terpercaya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *